Prabowo Sering ke Luar Negeri, Teddy: Dunia Sedang Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Seskab mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto kerap melakukan kunjungan ke luar negeri selama 1,5 tahun terakhir.

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Teddy: Dunia Sedang Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto kerap melakukan kunjungan ke luar negeri selama 1,5 tahun terakhir.

Teddy menjelaskan, sejak Prabowo menjadi Presiden Indonesia, dunia tengah dilanda krisis. Ia menegaskan, Kepala Negara harus membangun hubungan dengan pemimpin negara lainnya.

Baca Juga:
Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Jadi Sorotan, Teddy: Ada Investasi Masuk Rp2.430 triliun

“Masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis,” kata Teddy di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026)

“Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah, itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya, ya. Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia,” sambung dia.

Baca Juga:
Prabowo Terima Kunjungan Menhan Qatar di Istana Merdeka, Ini yang Dibahas

Teddy menyebutkan, Indonesia tidak bisa hanya meminta bantuan kepada negara lain ketika sudah terjadi krisis. Presiden, kata dia, harus menjalin hubungan yang baik. Dengan begitu, ketika ada kondisi mendesak, Indonesia bisa meminta bantuan.

“Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi,” imbuhnya.

Baca Juga:
Prabowo Ingatkan Pancasila Lahir dari Perjalanan Panjang Sejarah dan Budaya Indonesia

Teddy menegaskan, salah besar jika kunjungan Prabowo ke luar negeri dianggap sebagai gagah-gagahan dan seremonial. Ia meminta masyarakat untuk melihat capaian yang sudah dilakukan selama 1,5 tahun terakhir.

Teddy turut memaparkan sejumlah capaian dari hasil nyata diplomasi Presiden Prabowo. Pertama, kata Teddy, Indonesia bergabung ke dalam BRICS di tengah konflik krisis dunia.

“Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman. Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ,” ujar dia.

“Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu,” lanjutnya.

Ketiga, masuknya investasi senilai sekitar Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir. Teddy juga menyoroti hasil kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan komitmen bisnis mencapai USD33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun.

Kemudian yang keempat, penguatan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) melalui kerja sama dengan sejumlah negara. Mulai dari Prancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, dan negara Eropa lainnya.

Kemudian yang kelima, program ibadah haji pada 2025 lalu dan 2026. Teddy mengatakan, Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. 

“Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji,” ungkapnya.

Selanjutnya, keterlibatan aktif Indonesia dalam isu Palestina melalui pengiriman bantuan logistik udara, pengoperasian kapal rumah sakit, hingga pemberian beasiswa pendidikan bagi pelajar Palestina di Indonesia. 

Ketujuh, keberhasilan diplomasi pemerintah dalam memulangkan warga negara Indonesia yang sempat diamankan otoritas Israel di laut lepas beberapa waktu lalu.

“Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan. Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya,” pungkasnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Ungkap Perjuangan hingga Finis P8, Sengit hingga Lap Terakhir
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Menurut Prabowo, Indonesia Sulit Bicara Perubahan karena Hadapi Kelompok Koruptor
• 12 jam laludisway.id
thumb
ART di Bogor Tewas Dianiaya 3 Rekannya: Dipicu Charger Hilang, Disiram Air Panas
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Ekonomi Domestik, Purbaya Sebut Dampak Pelemahan Rupiah Belum Pengaruhi Perekonomian
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tambang Lesu, Pengangguran Kaltim Masih di Atas 5%
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.