Duduk Perkara YouTuber Gean Kelana Diintimidasi di Bekasi dan Alasan Pilih Jalur Damai

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Kreator konten YouTube Gean Kelana memilih menyelesaikan secara damai dugaan intimidasi yang dialaminya saat melakukan peliputan proyek Wisata Air Kalimalang di kawasan Tol Becakayu, Jalan KH Noer Ali, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Keputusan tersebut diambil setelah pria yang sebelumnya diduga mengancam dan mengintimidasinya, yang mengaku bernama Gondo, datang secara langsung untuk meminta maaf atas tindakannya.

Permintaan Maaf Disampaikan Setelah Viral

Permintaan maaf itu disampaikan Gondo sehari setelah video perselisihannya dengan Gean viral di media sosial.

Dalam pertemuan tersebut, Gean kembali mendatangi lokasi proyek Wisata Air Kalimalang bersama sejumlah rekannya.

Baca juga: Kalimalang Disulap Jadi Wisata Air, Bekasi Bangun 5 Jembatan Lengkung

Ia mengaku menerima permintaan maaf tersebut dan tidak ingin memperpanjang persoalan yang telah menjadi perhatian publik.

"Iya saya maafin. Karena kan sudah viral. Terus keluarganya juga kena mental," kata Gean saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Senin (1/6/2026).

Dalam video yang diunggah ke media sosial, Gondo mengakui dirinya terbawa emosi ketika mengetahui adanya aktivitas pengambilan gambar di area proyek tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu dengan pihak keamanan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ucapan dan tindakannya yang dinilai mengandung unsur intimidasi.

Baca juga: Sempat Diancam, YouTuber Gean Kelana Pilih Damai dengan Pria yang Mengintimidasinya di Bekasi

Alasan Gean Tetap Mengunggah Video

Meski memilih memaafkan, Gean menegaskan bahwa tujuannya mengunggah video tersebut bukan untuk memperpanjang konflik atau mencari sensasi.

Menurut dia, video itu diunggah agar masyarakat mengetahui pengalaman yang ia alami saat melakukan peliputan di kawasan Kalimalang.

Gean menilai selama ini terdapat pembatasan terhadap aktivitas peliputan di area proyek yang memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

"Ini agar publik tahu keamanan tersebut dari luar (ormas) disewa oleh pelaksana proyek," ujar Gean.

Baca juga: Penutupan Jalan Proyek Wisata Air Kalimalang Picu Kemacetan, Dishub Berlakukan Contraflow

Ia juga menegaskan bahwa saat memasuki area proyek untuk mengambil gambar, dirinya tidak menemukan pembatas maupun garis pengaman (safety line) yang menunjukkan adanya larangan memasuki lokasi.

Karena itu, Gean merasa tidak melanggar aturan ketika mendokumentasikan aktivitas pembangunan yang sedang berlangsung.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Polisi Sebut Kasus Diselesaikan Secara Musyawarah

Sementara itu, Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Suparmin membenarkan adanya peristiwa tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Malaysia Ini Salut John Herdman Masukkan Mathew Baker di Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Lawan Oman dan Mozambik
• 23 jam lalubola.com
thumb
Lahirkan Pemimpin Berkemajuan, Pimpinan Pusat Aisyiyah Sukses Rampungkan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Ledakan Bom Era PD II di Biak Numfor Rusak 12 Bangunan, Termasuk Rumah dan Gereja
• 7 jam laluokezone.com
thumb
BPS Catat Neraca Dagang RI Surplus USD 89,1 Juta di April 2026
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Rachel Vennya Akui Kurang Setuju VOC Parenting, Tak Mau Anak Alami Luka Emosional
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.