MAKASSAR, FAJAR – Politik memang dinamis. Termasuk pilihan dari politisi yang terlibat di dalamnya.
SALAH satunya, Wali Kota Makassar periode 2014-2024, Moh Ramdhan Pomanto. Setelah kompetisi Pilgub 2024, kini dia memutar haluan. Bukan lagi eksekutif, Danny, sapaannya, membidik legislatif.
Fokus utamanya bukan lagi bertarung di kontestasi eksekutif untuk perebutan kursi kepala daerah, tetapi pada pemilihan legislatif (pileg). Dia mengaku, jika rencana itu terwujud, dirinya akan memilih dapil Sulsel 1.
Dapil Sulsel 1 untuk DPR RI dikenal juga dengan istilah Makassar Raya. Terdiri atas satu kota dan dan lima kabupaten. Meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar.
”Kalau masyarakat mau, dan potensi semangatnya ada di situ, kenapa tidak. Ya, pasti (Dapil Sulsel 1), kalau di dapil lain, nanti saya tidak bisa memilih diri saya sendiri, kan,” ujar Danny dengan sedikit berguyon, pekan lalu.
Saat ini, Danny menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Sulsel. Untuk target ke Senayan, pihaknya mulai melakukan konsolidasi dan pemetaan. Termasuk juga mengajak figur-figur potensial untuk berjuang bersama PDIP.
Ini dilakukan, sebab konsolidasi sudah sampai ke tingkat kecamatan. Tahun ini semua proses konsolidasi ke tingkat desa dan kelurahan selesai, dan diusahakan sampai ke ranah dusun dan RT-RW.
”Ada pemisahan pemilu nasional dan daerah. Sehingga memang agak berbeda pendekatannya. Pendekatan pertama adalah 2029. Kami juga sementara menyusun potensi-potensi yang bisa kita ajak, kita undang untuk berkompetisi di DPR RI. Jadi kami undang, namun tentunya kami memutamakan kader dulu,” lanjutnya.
Beberapa DPC juga akan menjadi perhatian dan percontohan. Luwu Timur, misalnya, mereka bakal menjadi salah satu cermin bagi daerah-daerah lain yang perlu ditingkatkan.
”Artinya PDIP bisa mencapai seperti yang tercapai oleh beberapa daerah, seperti Luwu Timur, Soppeng, yang menarik juga PDIP Takalar. Ini, kan, tinggal bagaimana konsolidasi harus betul-betul sampai di ujung, anak ranting,” ucap politikus berlatar arsitek itu.
Walaupun pileg daerah (provinsi dan kabupaten/kota) akan berlangsung pada 2031, saat ini mereka sudah mulai spesifik konsolidasi hingga ranting. Semua fokus bekerja untuk Pileg DPR RI dan Pilpres 2029.
”Sekarang ini DPR RI jauh lebih berat, karena tidak ada efek ekor jas, tidak ada tandem-tandeman lagi. Jadi betul-betul jaringan hingga kaki-kakinya mereka betul-betul utuh, makanya kita perkuat dengan infrastruktur partai dan calonnya juga tidak bisa main-main,” ungkapnya.
Sementara Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Sulsel Raisul Jais menyampaikan proses penjajakan pencalegan dini secara resmi belum dilakukan. Akan tetapi, persiapan tetap berjalan dengan baik.
”Belum (penjajakan pencalegan dini). Insyaallah semuanya berlangsung tahun depan, tahun 2027 itu sepertinya mulai berjalan,” ucapnya. (wid/zuk)





