REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang perwira militer senior Iran mengatakan pada Selasa bahwa dimulainya kembali permusuhan dengan Amerika Serikat tidak dapat dihindari. Ini lantaran negosiasi antara Teheran dan Washington tampaknya terhenti.
“Amerika Serikat menuntut penyerahan total kami, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah,” kata Mohammad Jafar Assadi, wakil kepala komando militer pusat Iran, Khatam al-Anbiya. “Tanpa penyerahan, perang tidak dapat dihindari.”
Baca Juga
Bacakan Nota Pembelaan, Nadiem Bawa Nama Tom Lembong
Patuhi Hakim, Polisi Siap Lanjutkan Perkara Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Mengapa Sering Kebakaran di Jakarta? Ini Kata Rano Karno
Negosiasi AS yang ditengahi Pakistan menemui titik buntu. AS menuntut semua pengayaaan uranium Iran dimusnahkan. Namun Teheran menolak tuntutan tersebut. Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk energi, bukan senjata.
Teheran belum menanggapi usulan kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara. "Diskusi tentang teks akhir terus berlanjut di Teheran," kata sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran kepada Mehr News pada hari Selasa.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sumber tersebut mengatakan Iran meninjau proposal tersebut dengan hati-hati karena apa yang dilihatnya sebagai sejarah ketidakpatuhan AS dan ketidakpercayaan yang telah lama ada.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Iran mencari manfaat yang nyata dan konkret,” kata sumber tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)