JAKARTA, KOMPAS.com- Presiden Prabowo Subianto merombak susunan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), salah satu yang dicopot adalah Wakil Kepala BGN Irjen (Purn) Sony Sonjaya.
Dikutip dari laman resmi BGN, Sony Sonjaya lahir di Bandung pada 20 Oktober 1967.
Sony merupakan lulusan Akademi Kepolisian (AKABRI) yang disebut berpengalaman dalam bidang penegakan hukum, manajemen organisasi, dan kepemimpinan strategis.
Selama bertugas di Korps Bhayangkara, Sony pernah menduduki sejumlah kabatan, antara lain, sebagai Kapolres Majalengka dan Kapolres Bandung pada tahun 2011.
Baca juga: Jejak Karier Nanik S Deyang, dari Jurnalis hingga Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat (2012), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh (2020), Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh (2021), hingga Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri (2022).
Sony Sonjaya sendiri mulai menjabat sebagai wakil kepala BGN pada 17 September 2025.
Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.
Sony Sonjaya juga pernah memegang peran krusial sebagai Ketua Tim Verifikasi Badan Gizi Nasional.
Selain itu, ia juga bertanggung jawab melakukan pengawasan langsung terhadap kesiapan operasional di lapangan.
Baca juga: Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Dicopot Prabowo
Kepala BGN dicopotDiberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional.
Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakil kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang untuk menjadi kepala BGN.
Baca juga: Pimpinan DPR Yakin MBG Tak Terganggu Pencopotan Kepala BGN
Nanik akan didampingi dua wakil kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan ini diambil Prabowo setelah memonitor dan mengevaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir.
Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




