BOYOLALI - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sejumlah kiai, intelektual pesantren, dan aktivis Nahdliyin yang tergabung dalam forum Halaqoh Nasional di Pondok Pesantren Al Musthofa Ngeboran, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, menyerukan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap arah organisasi dan kepemimpinan PBNU.
Forum tersebut menghasilkan sembilan seruan yang ditujukan kepada peserta Muktamar ke-35. Salah satu pesan utama yang mengemuka adalah ajakan agar para peserta lebih cermat dalam menentukan figur pemimpin organisasi ke depan.
"Pesan utama yang perlu kita sampaikan kepada para peserta Muktamar ke-35 NU, agar hati-hati dalam menentukan pemimpin NU. Jangan salah lagi," kata peserta halaqoh asal Sragen, KH Imron Rosyidi, Selasa (2/6/2026).
"Di kota ini, hampir satu abad lalu, para ulama NU berkumpul dalam Muktamar ke-10 tahun 1935. Mereka datang bukan untuk membagi jabatan, bukan untuk mengatur akses kekuasaan, bukan pula untuk menegosiasikan kedekatan dengan penguasa," ujar Yasin.




