JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, membacakan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Sidang tersebut diwarnai sejumlah momen, mulai dari insiden mati lampu, kondisi kesehatan Nadiem usai operasi kelima, hingga jaket Gojek generasi pertama yang dikenakannya di ruang sidang.
Baca juga: Singgung Pengabdian di Pemerintahan, Nadiem: Hadiah yang Saya Dapatkan Adalah Jeruji Besi
Dalam pembelaannya, Nadiem menyampaikan penghormatan kepada Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 Joko Widodo, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.
“Berkat warisan demokrasi yang mereka perjuangkan, pada hari ini saya dapat berdiri di hadapan Yang Mulia Majelis Hakim untuk menyampaikan pembelaan saya sebagai warga negara. Sebuah hak yang merupakan salah satu pilar paling berharga dari Republik yang kita cintai bersama,” kata Nadiem.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang mengikuti jalannya persidangan dan memberikan dukungan.
“Dan tentunya, saya ingin berterima kasih dari lubuk hati terdalam kepada segenap masyarakat Indonesia yang telah mengikuti sidang ini, yang membantu membuka kebenaran dengan caranya masing-masing. Oleh karena seluruh dukungan dan doa ini, pada hari ini saya tidak berdiri sendiri,” ujarnya.
Baca juga: Nadiem Akui Kurang Paham Dinamika Politik: Saya Bukan Pemimpin Sempurna
Nadiem turut mengungkapkan rasa syukur setelah mendapatkan kesempatan menjalani pemulihan kesehatan di rumah usai operasi kelimanya.
“Setelah hampir sembilan bulan penjara, sulit menemukan kata-kata untuk menjelaskan kebahagiaan saya saat dapat berkumpul kembali dengan keempat anak saya dalam masa pemulihan ini,” jelasnya.
Ia mengatakan dukungan keluarga membantu memulihkan kondisi fisik dan batinnya. Selain keluarga, Nadiem juga menyampaikan terima kasih kepada dokter dan tenaga medis, pengemudi ojek online, guru, dosen, mahasiswa, alumni Kampus Merdeka, tim penasihat hukum, hingga para guru besar dan tokoh hukum yang terus menyuarakan keadilan.
Sempat Mati LampuSidang pembacaan pleidoi sempat diwarnai insiden mati listrik di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Padamnya lampu terjadi di tengah pembacaan pleidoi dan sempat mengagetkan para pihak yang hadir. Dalam kondisi gelap, majelis hakim langsung meminta tim IT memeriksa instalasi listrik.
Beberapa microphone di ruang sidang masih tampak menyala sebelum akhirnya aliran listrik kembali normal beberapa saat kemudian dan disambut sorak pendukung Nadiem.
Dalam sidang tersebut, Nadiem juga menjelaskan kondisi kesehatannya yang masih dalam tahap pemulihan.
“Saya masih dalam tahap pemulihan, masih ada gejala-gejala sakit, tetapi alhamdulillah dengan situasi yang steril dalam beberapa bulan ke depan saya yakin saya akan bisa pulih yang mulia dan saya siap menjalani sidang pleidoi hari ini,” ujar dia.
Baca juga: Sidang Pleidoi Nadiem Makarim Sempat Gelap Gulita karena Mati Lampu
Ketua Majelis Hakim Purwanto S Abdullah kemudian menanyakan perkembangan tindakan medis yang telah dijalani terdakwa. Nadiem memastikan operasi kelimanya berjalan lancar.




