Kebakaran Kemayoran dan Tambora Jadi Alarm Serius, Pemprov Siapkan Bantuan hingga Relokasi

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Rentetan kebakaran besar yang terjadi di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam, serta di Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis (28/5/2026) malam, menjadi alarm serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan, kebakaran yang berulang di kawasan permukiman padat menunjukkan masih tingginya kerentanan hunian warga terhadap risiko kebakaran.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta, penyebab terbesar kebakaran di Ibu Kota masih didominasi oleh korsleting.

Baca juga: Kebakaran di Kemayoran Jakpus Sisakan Puing, 304 Bangunan Musnah dan 620 Warga Mengungsi

“Karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen,” kata Rano saat meninjau lokasi kebakaran di Kemayoran, Selasa (2/6/2026).

Oleh karena itu, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius, terutama di area permukiman padat yang bangunannya berdempetan sehingga api dapat dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

“Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini, dan sekali lagi yang bisa kita lakukan adalah mengulangi, me-warning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik. Nah, jadi ini menjadi perhatian kita,” lanjut dia.

Ratusan Bangunan Hangus, Ratusan Keluarga Terdampak

Kebakaran di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Rano menyebut kebakaran tersebut menghanguskan 304 bangunan dan berdampak kepada 354 kepala keluarga (KK).

“Terdiri dari 326 laki-laki, 353 perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia SD, 6 anak usia SMP, 22 remaja SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil,” ucap Rano.

Besarnya jumlah warga terdampak membuat pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga mulai memikirkan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko serupa pada masa mendatang.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Pembunuh Kacab Bank BUMN Hadapi Vonis Hari Ini

Pemprov Kembali Tawarkan Relokasi ke Rusun

Sebagai salah satu solusi, Rano sempat menawarkan relokasi ke rumah susun (rusun) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Menurut Rano, hunian vertikal dapat menjadi alternatif tempat tinggal yang lebih aman dibandingkan permukiman padat yang rentan kebakaran.

Apalagi, sebagian kawasan yang terbakar di Kemayoran berada di atas lahan milik Sekretariat Negara (Setneg), sehingga penataan area menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ke depan.

“Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," kata Rano.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Warga Masih Ingin Bertahan di Kampung Halaman

Meski demikian, tawaran relokasi tidak serta-merta diterima seluruh warga. Banyak di antara mereka memilih tetap tinggal di wilayah tersebut karena sudah menetap selama puluhan tahun dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan tempat mereka tumbuh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu, 3 Juni 2026: Jaktim dan Jaksel Potensi Hujan!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Ramai Soal Kode STBLD di Akta Kelahiran, Apa Itu?
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Mendiktisaintek Catat 787 Aduan Kekerasan Kampus Lewat Satgas PPKPT di 2026
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Dendam Istri Berujung Pembunuhan Sadis WN Korsel, Sewa Algojo Bayaran
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Gelar OTT Amankan Pejabat Imigrasi Jakarta Barat Terkait Pengurusan TKA
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.