JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan ke 1.764 peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Artha Hanggar Indonesia, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/5/2026).
Pantauan Kompas.com, Sjafrie tiba di Artha Hanggar Indonesia sekitar pukul 08.45 WIB.
Ia mengenakan kemeja safari lengan pendek berwarna krem yang dipadukan dengan celana panjang cokelat.
Kedatangan Sjafrie langsung disambut yel-yel dari para peserta Latsarmil Komcad ASN yang telah berbaris di area hanggar.
Baca juga: Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara
Suara teriakan mereka menggema di dalam hanggar yang biasa digunakan sebagai tempat parkir pesawat.
Para peserta yang mengenakan seragam loreng dan baret cokelat itu menampilkan yel-yel dengan penuh semangat.
Mereka bergerak serempak mengikuti aba-aba, diselingi gerakan khas militer yang memancing tepuk tangan dari para undangan yang hadir.
Setelah penampilan yel-yel selesai, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka rangkaian kegiatan.
Baca juga: WFH ASN Berlanjut Dua Bulan ke Depan
Sjafrie lalu memberikan pengarahan kepada para peserta Latsarmil Komcad ASN tentang patriotisme, nasionalisme, dan profesionalisme.
Ia mengatakan, masa latihan para peserta akan segera berakhir dan mereka akan disumpah sebagai anggota Komcad.
“Sebentar lagi Latsarmil akan ditutup dan kalian akan disumpah sebagai Komcad. Ini adalah kebanggaan utama bagi para ASN, khususnya di Jakarta. Karena ini gelombang pertama kita melatih ASN,” kata Sjafrie, di Artha Hanggar Indonesia.
Menurut dia, perubahan para peserta mungkin tidak langsung terlihat secara fisik, tetapi akan dirasakan di lingkungan kerja masing-masing.
“Nanti pada saatnya, seluruh menteri akan melihat wujud penampilan yang berubah dari para ASN. Walaupun tidak terlihat, tapi akan dirasakan oleh lingkungan tugas Kementerian kalau kamu ada perubahan,” ujar dia.
Baca juga: Gen Z, Swasta, dan Pudarnya Romantisme Jadi ASN
Menurut Sjafrie, perubahan yang terjadi pada para peserta bukan karena mereka menjalani pelatihan militer, melainkan karena mendapat pembekalan bela negara.
“Bela negara itu adalah hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara. Jadi kalian harus bangga yang pertama mengikuti latihan dasar militer. Kalian sudah menjawab panggilan negara sebagai Komponen Cadangan,” pungkas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




