Pengusaha Ini Sebut RI Bisa Diserbu Turis Asing Efek Rupiah Melemah

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wisatawan mancanegara beraktivitas di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (25/5/2024). Pantai Kuta masih menjadi primadona wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing dinilai dapat memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata Indonesia. Kondisi tersebut membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan mancanegara.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan dampak penguatan mata uang asing terhadap rupiah perlu dilihat dari berbagai sisi. Salah satunya adalah peluang peningkatan kunjungan wisatawan dari negara-negara tetangga.

Baca: Media Malaysia Soroti Pelemahan Rupiah, Sebut Pejabat Ini

"Kita harus mengurai persoalan ini. Dari sisi wisatawan mancanegara, kondisi rupiah yang tertekan tentu membuat daya beli mereka menjadi lebih kuat saat berada di Indonesia," kata Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026).


Wisatawan dari negara dengan mata uang yang menguat cenderung memperoleh keuntungan lebih besar ketika melakukan pengeluaran selama berlibur di Indonesia. Hal tersebut berpotensi mendorong peningkatan aktivitas wisata.

Selain faktor kurs, tren perjalanan internasional juga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya perjalanan jarak jauh. Kondisi ini membuat wisatawan lebih memilih destinasi yang lokasinya berdekatan dengan negara asal mereka.

Wisatawan mancanegara beraktivitas di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (25/5/2024). Pantai Kuta masih menjadi primadona wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Wisatawan mancanegara beraktivitas di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (25/5/2024). Pantai Kuta masih menjadi primadona wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Mungkin yang akan diuntungkan adalah wisatawan dari negara-negara terdekat seperti Singapura, Malaysia dan negara ASEAN lainnya. Mereka bisa memilih Indonesia sebagai tujuan perjalanan karena lebih dekat," ujarnya.

Indonesia dinilai memiliki peluang menarik wisatawan regional yang sebelumnya mempertimbangkan perjalanan ke destinasi yang lebih jauh. Dengan biaya yang lebih kompetitif, sektor pariwisata domestik berpotensi memperoleh tambahan pasar.

"Dari sisi spending tentu menguntungkan. Mereka memegang mata uang yang lebih kuat sehingga pengeluaran mereka di Indonesia menjadi lebih besar dibanding sebelumnya," kata Maulana.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keuntungan tersebut belum tentu langsung tercermin dalam peningkatan okupansi hotel. Masih terdapat sejumlah faktor lain yang mempengaruhi distribusi wisatawan di lapangan.

Baca: Warga RI Mulai "Pelit", Liburan Pilih Jalur Darat-Ogah Naik Pesawat

Salah satunya adalah keberadaan akomodasi tidak resmi yang selama ini menjadi perhatian pelaku industri pariwisata. Wisatawan yang datang belum tentu seluruhnya menginap di hotel formal.

"Bisa saja ada dampak ke okupansi hotel jika wisatawan meningkat. Tetapi kita juga harus melihat persoalan akomodasi liar yang sampai sekarang masih menjadi isu di berbagai daerah tujuan wisata," sebut Maulana.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video; Harga Gas Naik-Lawan Produk China, Bisnis Tekstil Kian Terdesak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanda Toxic Independence Menurut Psikolog, Banyak Orang Tak Menyadarinya
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
PT DSI Resmi Beroperasi, Bagaimana Nasib Pungutan Ekspor Sawit 12,5 Persen?
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Brantas Abipraya Salurkan 210 Hewan Kurban untuk Masyarakat Sekitar Proyek
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ratusan Warga Kenya Tolak Rencana Fasilitas Karantina Ebola AS
• 17 jam laludetik.com
thumb
Terus Melemah, Rupiah Kini Sentuh Level Rp 17.900 per Dolar AS
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.