JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak konstruktif dan cenderung bernuansa serangan politik.
Menurut politisi Gerindra itu, apa yang disampaikan Dino tak berdasarkan data.
BACA JUGA:Beredar Kabar Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Dijemput Kejagung, Kasusnya Dirilis Sore Ini
Menurut Habiburokhman, di era demokrasi dan keterbukaan, kritik merupakan hal yang wajar dan perlu diterima oleh pemerintah.
Namun, kritik yang disampaikan seharusnya didasarkan pada informasi yang akurat serta menawarkan solusi yang relevan.
“Di era demokrasi dan keterbukaan tentu kita senantiasa membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal. Namun demikian, sebagai sesama anak bangsa saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni 2026.
BACA JUGA:Polisi Bakal Periksa Selebgram yang di-Endorse Hanania Group: Ada Awkarin hingga Keanu
"Bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekedar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo," sambungnya.
Politikus Partai Gerindra itu menilai terdapat kecenderungan kritik Dino lebih mengarah pada serangan politik dan sekadar menyindir pemerintahan Prabowo dibanding memberikan masukan yang membangun.
Habiburokhman menilai kurang etis apabila mantan pejabat pemerintahan secara terbuka mengkritik kinerja penerusnya, terutama dalam bidang yang pernah menjadi tanggung jawabnya.
“Sebagai mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo,” jelasnya.
BACA JUGA:Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot
Menurut Habiburokhman, di banyak negara maju, mantan pejabat umumnya membatasi diri dalam mengkritik penerusnya sebagai bentuk penghormatan terhadap pihak yang sedang menjalankan tugas pemerintahan.
Ia menambahkan, kritik dari mantan pejabat justru dapat menjadi bumerang apabila publik kemudian membandingkan kinerja pemerintahan saat ini dengan periode ketika yang bersangkutan masih menjabat.
“Di negara-negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya. Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja,” tuturnya.
- 1
- 2
- »





