Jakarta, VIVA – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menilai kontribusi Dadan Hindayana selama memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) layak diapresiasi. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga pertengahan 2026 merupakan hasil kerja yang tidak mudah.
Pernyataan tersebut disampaikan Irma setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan BGN pada Selasa, 2 Juni 2026 malam. Dalam keputusan tersebut, posisi Kepala BGN yang sebelumnya dipegang Dadan kini diisi oleh Nanik Sudaryati Deyang.
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Ia kini bertugas melanjutkan pelaksanaan program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Irma berpandangan keputusan Presiden untuk melakukan penyegaran kepemimpinan merupakan hak prerogatif kepala negara. Namun demikian, ia menekankan bahwa upaya yang telah dilakukan Dadan bersama jajarannya selama hampir dua tahun tidak boleh diabaikan.
"Saya kira apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sudah tepat, Pak Dadan dan tim sudah bekerja hampir dua tahun dan SPPG yang terbangun sudah lebih dari 50 persen, kurang lebihnya saya kira patut kita hargai. Tidak mudah tentu membangun SPPG sebanyak itu dengan segala permasalahannya," kata Irma dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.
Lebih lanjut, Irma berharap kepemimpinan baru di BGN dapat mempertahankan langkah-langkah pengawasan yang selama ini dijalankan Nanik.
Menurutnya, inspeksi mendadak terhadap SPPG atau dapur MBG yang tidak mematuhi standar operasional perlu terus dilakukan demi menjaga kualitas layanan program.
"Hal itu perlu terus berlanjut agar target Presiden untuk memberikan makan bergizi pada anak-anak Indonesia dapat dicapai dengan meningkatnya IQ dan imunitas anak," paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas makanan yang disalurkan melalui program MBG. Dengan pengaturan menu yang tepat dan sesuai kebutuhan gizi, program tersebut diharapkan mampu mendukung kesehatan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut Irma, pemenuhan kebutuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga usia dini menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. (ant)





