Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Jose Rizal mengapresiasi penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Namun program KDMP disarankan agar membangun kemitraan dengan ritel yang ada.
“Kami mengusulkan agar ekspansi KDMP ke usaha ritel, dilakukan melalui kemitraan. Bukan dengan menutup usaha yang sudah melayani masyarakat,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.
Jose Rizal menyebut penutupan gerai ritel di sejumlah daerah berdampak terhadap dua hal. Pertama, akses warga terhadap kebutuhan pokok. Kedua, soal tenaga kerja karena satu gerai ritel modern rata-rata mempekerjakan sampai 10 orang warga lokal.
“Jika ada gerai yang tutup, seperti di Lombok Tengah yang katanya menutup 25 gerai, ya hitung saja berapa pekerja yang tidak jelas kepastian nasibnya. Mereka ini umumnya pemuda desa yang sudah bekerja bertahun-tahun,” ujar dia.
Baca Juga :
Purbaya Blak-blakan soal Sumber Anggaran Koperasi Merah Putih(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa) Usulan moratorium dan transparansi Untuk menjaga desa tetap kondusif, Asprindo menyampaikan empat usulan kepada pemerintah pusat dan daerah. Pertama, melakukan moratorium penutupan gerai ritel eksisting. Kedua, Asprindo menyarankan kajian kelayakan bisnis KDMP agar tidak terjadi tumpang tindih.
“Ada investasi lain di luar produk yang dijual dari ritel modern, yakni teknologi, SDM, System Operating Procedure (SOP), termasuk merawat principal pemasok. Karena itu akan sulit bagi gerai KDMP untuk langsung bersaing secara head to head,” jelas dia.
Ketiga, Asprindo mengusulkan skema kemitraan antara KDMP dengan peritel yang sudah ada sebagai mentor atau saluran distribusi. Keempat, membenahi koperasi eksisting yang 51 persennya tercatat kurang aktif sebelum membentuk koperasi baru dalam jumlah besar.
“KDMP akan kuat jika didukung sistem yang matang dan tidak terburu-buru. Tujuan pemerintah dan Asprindo sama, ekonomi desa maju. Namun kami ingin memastikan prosesnya tidak meninggalkan siapapun, baik konsumen maupun pekerja yang sudah ada,” ungkap dia.




