Dudung Minta Dukungan DPR Soal Anggaran KSP Dipisah dari Kemensetneg

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman meminta dukungan parlemen untuk merombak struktur penganggaran lembaga agar tidak lagi menempel di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

Di hadapan Komisi XIII DPR, KSP Dudung Abdurachman menegaskan beban kerja instansinya dalam menjembatani koordinasi antar-kementerian sangat tidak sebanding dengan sisa anggaran operasional yang ada.

BACA JUGA: KSP Dudung: Pencopotan Kepala BGN Kemungkinan Berkaitan Jual Beli Titik Dapur MBG

Dudung mengatakan bahwa KSP memiliki tugas untuk mengawasi seluruh program prioritas nasional serta menjembatani permasalahan koordinasi yang dialami kementerian-kementerian. Dengan tugas yang begitu besar, KSP saat ini memiliki keterbatasan anggaran.

"KSP itu anggarannya harus tersendiri sehingga tidak lagi di bawah Sesneg (Sekretaris Negara). Mudah-mudahan Pak Ketua (Komisi XIII DPR) nanti bisa menjembatani kami. Pokoknya, kami KSP demi bangsa dan negara," kata Dudung saat rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

BACA JUGA: Penasihat Hukum PT PMM Serahkan Dokumen Perizinan 15 Kontainer Ilminite ke KSP

Ia mengatakan bahwa KSP mendapatkan anggaran sekitar Rp 108 miliar untuk satu tahun, tetapi 90 persennya dialokasikan untuk gaji pegawai.

Sedangkan anggaran untuk kunjungan kerja dalam tugas pengawasan hanya sebesar Rp 3 miliar dalam satu tahun, itu pun dibagi untuk empat deputi.

BACA JUGA: Sentil Balik Mantan Wamenlu, Dudung Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Punya Tujuan Tinggi

Beberapa waktu lalu, Dudung mengaku sempat hendak berangkat ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan kampung nelayan.

Namun, karena keterbatasan anggaran, dia harus menggunakan anggaran pribadi untuk berangkat.

Dudung juga memastikan bahwa dirinya tidak memiliki beban apa pun untuk bisa mengawal program prioritas yang kini dijalankan pemerintahan.

Namun, pengawasan itu memerlukan anggaran. "Saya harus ke sana kan pakai pesawat misalnya, betul," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa arah kerja KSP, yakni memonitor program-program berbasis data, percepatan penyelesaian hambatan pelaksanaan program, pengelolaan isu-isu strategis nasional, serta penyusunan rekomendasi kepada Presiden sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dalam pelaksanaannya, KSP memastikan setiap hambatan yang muncul dapat terdeteksi lebih awal, dikoordinasikan dengan kementerian lembaga terkait, dan ditindaklanjuti hingga memperoleh solusi yang dapat dieksekusi.

"KSP juga meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan DPR RI merupakan faktor penting dalam memperkuat pelaksanaan program prioritas nasional, baik melalui dukungan regulasi, penganggaran maupun fungsi pengawasan," katanya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemensos Cairkan Bansos Tahap II Juni 2026, Catat Jadwalnya!
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPDP Jamin Dana Kompensasi Biodiesel B50 Aman hingga Akhir 2026
• 22 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Pilihan Baru SUV PHEV, Jetour T1 i-DM Dijual Rp 538 Juta
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pergantian kepemimpinan BGN momentum MBG fokus jangkau anak wilayah 3T
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Rating Tinggi Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026: Bukti Cinta kepada Generasi Selanjutnya Tim Garuda
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.