JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui prakiraan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 4 hingga 10 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pemodelan cuaca numerik terbaru, BMKG memetakan delapan wilayah yang masuk kategori Frequent (FRQ), yakni wilayah dengan persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus lebih dari 75 persen selama tujuh hari ke depan.
Jumlah wilayah yang masuk kategori tertinggi tersebut meningkat dibanding pembaruan sebelumnya untuk periode 3-9 Juni 2026 yang mencakup enam wilayah.
Baca Juga: BMKG Perbarui Peta Awan Cumulonimbus 3-9 Juni 2026, 6 Wilayah Masuk Kategori Tertinggi
Selain itu, pusat sebaran awan Cumulonimbus kategori FRQ juga menunjukkan pergeseran dari sejumlah wilayah di Kalimantan dan Laut Jawa menuju Sumatera serta beberapa kawasan perairan Indonesia timur.
Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan konvektif yang sering dikaitkan dengan cuaca signifikan seperti hujan lebat, petir, angin kencang, hingga penurunan jarak pandang.
Karena itu, keberadaan awan ini menjadi salah satu parameter yang dipantau dalam prakiraan cuaca, terutama untuk mendukung aktivitas penerbangan dan pelayaran.
Delapan Wilayah Masuk Kategori FRQDalam pembaruan prakiraan periode 4-10 Juni 2026, BMKG mencatat delapan wilayah yang diprakirakan memiliki cakupan spasial awan Cumulonimbus lebih dari 75 persen.
Wilayah tersebut meliputi:
Wilayah Daratan
- Kepulauan Riau;
- Sumatera Selatan.
Wilayah Perairan
- Laut Banda;
- Laut Maluku;
- Samudra Hindia barat Bengkulu;
- Samudra Pasifik utara Papua;
- Selat Karimata bagian selatan;
- Selat Karimata bagian utara.
Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Suhu Dingin di Gunung Rinjani, Pendaki Diminta Waspadai Hipotermia
Kategori Frequent (FRQ) menunjukkan potensi keberadaan awan Cumulonimbus yang relatif lebih luas dibandingkan wilayah yang masuk kategori Occasional (OCNL) maupun Isolated (ISOL).
Namun demikian, persentase tersebut menggambarkan luas potensi cakupan awan berdasarkan hasil pemodelan cuaca numerik dan bukan peluang hujan pada satu lokasi tertentu.
Jika dibandingkan dengan pembaruan BMKG untuk periode 3-9 Juni 2026, terdapat perubahan pada wilayah yang masuk kategori FRQ.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca BMKG
- cuaca Indonesia Juni 2026
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Riau





