Grid.ID – Nama Tasya Kamila selama ini begitu lekat dengan citra "Anak Gembala" berkat lagu ikonik yang melambungkan namanya di masa kecil. Namun, siapa sangka ada karakter lain yang punya peran jauh lebih awal dalam perjalanan pendidikan dan pertumbuhan personalnya.
Karakter itu adalah beruang kuning menggemaskan, Winnie the Pooh. Dalam acara peluncuran program loyalitas "Winnie the Pooh: Your Everyday Bestie" di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/6), Tasya mengungkapkan sebuah fakta masa kecil yang selama ini jarang diketahui publik.
Bagi Tasya, Winnie the Pooh bukan sekadar kartun favorit. Karakter ciptaan A.A. Milne ini adalah "guru" pertamanya saat mengenal huruf dan kata.
"Sebelum jadi anak gembala bahkan ya, itu adalah buku Winnie the Pooh. Aku itu pertama kali belajar baca itu dari bukunya Winnie the Pooh," ungkap ibu dua anak ini.
Bukan tanpa alasan buku tersebut menjadi pilihannya. Tasya menilai kisah-kisah di Hundred Acre Wood selalu sarat akan makna.
"Di setiap kisahnya itu pasti selalu ada moral values, nilai-nilai moral seperti persahabatan, kebaikan, kerja sama, hingga pengenalan berbagai macam emosi. Itu yang pastinya melekat di aku sampai sekarang," lanjutnya.
Kecintaan Tasya terhadap Pooh, Piglet, Tigger, dan Eeyore kini menular kepada kedua buah hatinya, Arrasya dan Shafanina. Meski berada di generasi yang berbeda, Tasya menyebut karakter ini tetap relevan.
"Anak-anak aku tahu Pooh karena sekitar 10 tahun terakhir ini sempat ada film live action-nya. Menurutku karakternya masih sangat relevan dengan nilai kebersamaan dan friendship," jelas lulusan S2 Columbia University ini.
Ia juga menambahkan bahwa Winnie the Pooh adalah karakter yang gender neutral, sehingga bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa terbatas sekat gender maupun usia.
Menariknya, Tasya merasa memiliki kemiripan sifat dengan sang beruang pemakan madu tersebut. Ia tidak melihat Pooh sebagai sosok yang sempurna, dan itulah yang membuatnya merasa dekat.
"Winnie the Pooh itu sebenarnya kan orangnya clumsy (ceroboh/kaku) ya, bukan tipe yang perfect. Tapi dia punya support system, yaitu teman-temannya yang banyak, untuk bisa terus menjalani hidup dan keluar dari tantangan. Itu yang sangat relatable dengan kehidupan aku," tuturnya.
Karena keterikatan emosional yang kuat sejak kecil, Tasya mengaku masih menyimpan beberapa barang "harta karun" masa kecilnya yang bertema Winnie the Pooh, mulai dari alat tulis hingga bantal selimut.
Namun, lewat kolaborasi eksklusif Super Indo kali ini, Tasya mengaku sangat bersemangat untuk memperbarui koleksinya dengan barang-barang yang lebih fungsional dan kekinian.
"Dulu aku punyanya tempat pensil pas sekolah. Sekarang aku pengen update koleksi aku dengan produk yang lebih guna seperti tumbler, payung, hingga koper eksklusif ini. Apalagi liburan sudah tiba, butuh koper baru!" tutup Tasya. (*)
Artikel Asli




