Gelaran lari bertajuk Run for Equality 2026 hadir untuk menciptakan ruang olahraga yang aman dan setara bagi semua anak, khususnya anak perempuan dan penyandang disabilitas. Inisiatif ini menjadi penting mengingat tantangan dalam mewujudkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong besar.
Run for Equality 2026 terbuka untuk masyarakat umum, termasuk anak perempuan dan penyandang disabilitas. Ajang yang konsisten mengangkat isu kesetaraan dan inklusi ini akan diselenggarakan pada 26 Juli 2026 di Senayan Park, Jakarta. Gelaran ini sekaligus menjadi kampanye penggalangan dana untuk mendukung penyediaan alat bantu dan fasilitas bagi anak-anak penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur melalui platform Kitabisa.com.
Tahun lalu, Run for Equality 2025 berhasil membantu Lou, seorang anak dari Lembata, NTT, yang kakinya diamputasi. Lou sempat menggunakan kaki palsu yang justru menyebabkan lecet dan luka sehingga ia harus berhenti bersekolah. Melalui dana yang terkumpul dari acara tersebut, Lou kemudian memperoleh bantuan kaki palsu yang lebih nyaman dan memungkinkannya kembali bersekolah.
Hadir dengan kategori jarak 3K, 5K, dan 10K, ajang lari gembira (fun run) yang digelar Plan Indonesia berkolaborasi dengan Uniqlo ini sekaligus menjadi ruang olahraga inklusif bagi anak penyandang disabilitas. Tahun lalu, Run for Equality diikuti 1.200 orang. Jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi lebih dari 1.500 peserta pada tahun ini. Dari total peserta tahun lalu, 300 orang di antaranya adalah anak penyandang disabilitas beserta pendampingnya.
Salah seorang peserta anak yang turut serta dalam gelaran tahun 2024 dan 2025 adalah Divalah Ranggajo, seorang penyandang sindrom Seckel. Didampingi ibundanya, Lia Octoratrisna, Divalah yang mobilitasnya dibantu dengan kursi roda sangat bersemangat untuk kembali terlibat pada tahun ini. Bagi Divalah dan ibundanya, ajang lari ini memiliki makna yang lebih dari sekadar olahraga.
”Run for Equality membuat saya merasa diterima dan dipercaya bahwa saya juga bisa ikut berpartisipasi seperti yang lain. Semoga semakin banyak ruang yang ramah dan inklusif untuk teman-teman penyandang disabilitas agar kami bisa lebih percaya diri dan berani menunjukkan potensi kami,” ujar Lia dalam acara peluncuran Run for Equality 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Peserta lain yang juga merupakan anak penyandang disabilitas adalah Jonathan. Ia amat senang dapat terlibat dalam kegiatan ini. ”Senang sekali karena bisa berlari bersama dengan teman-teman,” ucapnya.
Meskipun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah menjamin hak-hak penyandang disabilitas, berbagai tantangan masih banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan bahwa hanya 17,2 persen penyandang disabilitas usia produktif yang memiliki akses terhadap pendidikan formal.
Lebih dari separuh penyandang disabilitas di Indonesia juga masih menghadapi hambatan dalam mengakses layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan, hingga ruang publik yang inklusif dan aman.
”Melalui Run for Equality 2026, kami ingin mendorong terciptanya ruang olahraga dan ruang publik yang lebih inklusif, tempat setiap anak dan kaum muda, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, bermain, dan berkembang tanpa diskriminasi,” papar Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti.
Selama ini, Plan Indonesia terus berkomitmen memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Lembaga ini telah membina 32.000 anak di NTT melalui lima komitmen pemenuhan hak dasar, yaitu hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi dan kebersihan, serta pendidikan. Dalam lima tahun terakhir, Plan Indonesia juga aktif memperjuangkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas.
Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik, menekankan pentingnya memastikan ruang publik dan kegiatan olahraga dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali. ”Inklusivitas bukan hanya tentang menghadirkan penyandang disabilitas dalam sebuah kegiatan, melainkan juga memastikan mereka dapat berpartisipasi secara bermakna, aman, dan setara. Inisiatif seperti Run for Equality menjadi penting untuk mendorong kesadaran publik bahwa olahraga adalah hak semua orang,” tuturnya.
Dukungan terhadap gerakan inklusivitas melalui olahraga juga datang dari sektor swasta. Sustainability Lead Uniqlo Indonesia Michelle Marietta Secoa menyampaikan, kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi semua kalangan.
”Kami percaya bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang dan membangun rasa percaya diri. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk terus menciptakan ruang yang lebih terbuka, nyaman, dan inklusif bagi anak-anak dan kaum muda, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Selain berkolaborasi dalam ajang ini, Uniqlo sebelumnya juga bermitra dengan Plan Indonesia dalam penyaluran donasi untuk korban musibah banjir di Aceh. Uniqlo memiliki komite keberagaman dan inklusi (diversity and inclusion) yang secara khusus merancang inisiatif dengan sasaran perempuan dan kaum muda. Sejak 2014, perusahaan ini juga telah merekrut karyawan penyandang disabilitas.
CEO Kitabisa Group Vikra Ijas menjelaskan, peserta Run for Equality 2026 turut berkontribusi dalam membantu akses anak-anak di NTT. ”Saya senang sekali karena di platform donasi seperti Kitabisa tidak selalu mudah untuk mengusung isu seperti akses yang setara (equal access) bagi penyandang disabilitas karena belum banyak pihak yang mendukungnya. Namun, dengan adanya kegiatan ini, semoga para peserta yang tadinya mungkin belum sadar atau belum kenal dengan isunya bisa mengikuti dan berinteraksi secara langsung,” ungkap Vikra.
Selain berdonasi, setiap peserta Run for Equality 2026 secara otomatis juga akan saling melindungi melalui asuransi SalingJaga yang memberikan manfaat perlindungan jiwa dan kecelakaan selama satu tahun ke depan. Melalui asuransi ini, peserta akan mendapatkan santunan yang berasal dari dana bersama.
Run for Equality 2026 dirancang sebagai ruang yang aman dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Plan Indonesia mengajak publik luas untuk menjadi bagian dari gerakan ini demi bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih setara bagi semua anak di Indonesia.





