Kasus ISPA di Mataram Meningkat Akibat Cuaca Dingin

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Mataram: Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat perubahan cuaca yang menyebabkan suhu lebih dingin dari biasanya. Kondisi tersebut memicu peningkatan kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), terutama pada anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, dr Hj Dewi Ayu Murniati, mengatakan laporan dari 11 puskesmas se-Kota Mataram mencatat adanya peningkatan kasus ISPA pada anak-anak. Kenaikan sekitar 10 persen tersebut terjadi sejak memasuki “musim dingin” atau fenomena cuaca dingin pada akhir Mei 2026.

"Dengan tingkat kunjungan rata-rata di 11 puskesmas se-Kota Mataram mencapai 80-100 kunjungan per hari," katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 3 Juni 2026. 
 

Baca Juga :

Musim Kemarau Bikin Gunung Rinjani Lebih Dingin, Waspada Risiko Hipotermia

Peningkatan jumlah pasien di puskesmas salah satunya dipicu oleh cuaca dingin yang terjadi belakangan ini. Kasus ISPA yang paling banyak ditemukan menyerang anak-anak dengan gejala demam, flu, batuk, radang tenggorokan, asma, hingga diare.

Menurutnya, cuaca dingin memicu peningkatan kelembaban, sehingga kuman mudah berkembang biak. Akibatnya, virus dan jamur jadi lebih gampang berkembang biak.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan aktif menggencarkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah kasus demam berdarah (DBD).

Saat cuaca dingin, potensi perkembangbiakan nyamuk DBD cenderung menurun. Namun saat kelembapan udara tinggi, umur nyamuk justru bisa lebih panjang dibandingkan pada musim kemarau.

"Dengan umur yang lebih panjang, penularan virus dengue menjadi lebih besar," ujarnya.


Aktivitas di salah satu puskesmas di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.


Untuk itu, meskipun tidak ada genangan air bekas hujan, potensi genangan masih bisa muncul di pot bunga dan tempat minum hewan peliharaan. Masyarakat diimbau tetap melakukan pemantauan dan PSN secara rutin.

Di sisi lain, Dewi mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal penyakit. Ketika masyarakat mulai merasakan gejala penyakit seperti demam tinggi atau batuk berkepanjangan harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum kondisinya memburuk.

Masyarakat juga harus peduli dengan kesehatan diri, anak, dan keluarga sehingga ketika merasa ada gangguan kesehatan segera pergi berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. "Petugas kami di 11 puskesmas se-Kota Mataram siap melayani warga Mataram secara gratis," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonom: Ketahanan Energi Perlu Keseimbangan Harga hingga Kepastian Pasokan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jembatan Garuda Merah Putih, Bukti Kepedulian Negara di Maros
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dadan Cs Ditangkap, Pengamat: Bukti Pemberantasan Korupsi Tak Pandang Bulu
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Menko Yusril Tanggapi Kasus Silmy Karim: Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakil Ditahan Kejagung!
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.