Emas hingga Cabai Picu Inflasi Jawa Barat, Kota Bandung Paling Tinggi

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,07% pada Mei 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menyentuh level 111,71. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan tren kenaikan harga ini dipicu oleh lonjakan harga di sejumlah kelompok pengeluaran, terutama pada komoditas emas perhiasan dan komoditas pangan pokok.

Menurutnya, momentum Hari Raya Iduladha mendorong sejumlah komoditas pangan pokok mengalami kenaikan dan ini merupakan siklus musiman setiap tahunnya.

"Sejumlah komoditas esensial mengalami kenaikan harga, khususnya cabai merah, cabai rawit, minyak goreng dan daging sapi," kata Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik, di Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Sementara itu, berdasarkan data terbaru, Kota Bandung menjadi wilayah dengan laju inflasi yoy tertinggi di Jawa Barat, yakni mencapai 3,32% dengan IHK sebesar 110,85. 

Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Subang sebesar 2,61% dengan IHK sebesar 112,8. Secara bulanan (month-to-month/mtm), Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,24%, sementara tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) berada di angka 1,42%.

Baca Juga

  • Kota Cirebon Tetapkan Target Investasi 2026 Sebesar Rp1,96 Triliun
  • Ekspor Jabar Tumbuh, Neraca Dagang Surplus US$8,90 miliar hingga April 2026
  • QRIS Makin Digemari Warga Pantura, BI Cirebon Catat Lonjakan Transaksi hingga Rp3,58 Triliun

"Kenaikan IHK dari 108,38 pada Mei 2025 menjadi 111,71 pada Mei 2026 dipengaruhi oleh naiknya indeks hampir di seluruh kelompok pengeluaran," ungkapnya.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi secara drastis sebesar 12,99%. Diikuti oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,09%, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,53%, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,51%.

Emas perhiasan menjadi komoditas utama yang memberikan andil inflasi tahunan paling dominan, yakni sebesar 0,72%. Selain logam mulia, kelompok pangan juga memberikan tekanan signifikan terhadap daya beli masyarakat.

Komoditas tersebut meliputi daging ayam ras dengan andil 0,19%, beras 0,18%, minyak goreng 0,15%, serta cabai rawit 0,14%.

Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi tahunan di antaranya bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan cabai merah masing-masing 0,09%, serta bawang merah sebesar 0,08%.

Sejumlah komoditas seperti jeruk, ikan kembung, Sigaret Putih Mesin (SPM), hingga biaya pendidikan dan kontrak rumah juga tercatat memberikan kontribusi terhadap laju IHK tahun ini.

Untuk perkembangan harga secara bulanan pada Mei 2026, andil inflasi mtm sebesar 0,24% dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai merah 0,06%, bawang merah 0,05%, dan minyak goreng 0,04%.

Komoditas lain yang terpantau naik tipis secara bulanan mencakup bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, bensin, hingga tarif angkutan udara.

Jika dirinci berdasarkan kelompok pengeluarannya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil tahunan terbesar terhadap inflasi Jawa Barat sebesar 1,58%. 

Di posisi kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,76%, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan kontribusi sebesar 0,20% terhadap total inflasi yoy pada periode tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Tanggapi Penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kawal Kasus Travel Hanania, Kemenhaj Upayakan Pengembalian Dana Jemaah
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istana Bantah Ada Reshuffle Terkait Purbaya Menteri Keuangan
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Emas hingga Cabai Picu Inflasi Jawa Barat, Kota Bandung Paling Tinggi
• 16 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.