jpnn.com, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Kamis (4/6/2026) didominasi kondisi udara kabur hingga berawan.
Meski demikian, hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah daerah pada sore hingga dini hari.
BACA JUGA: Cuaca Riau 3 Juni 2026, BMKG Ingatkan Fenomena Ini
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Putri Santy S mengatakan pada pagi hingga siang hari cuaca di Riau umumnya berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan.
Memasuki sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Kuantan Singingi.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Picu Risiko Industri, MPMInsurance Realisasikan Klaim Properti Rp1,2 Miliar
Sementara pada dini hari, hujan berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir pada sore, malam hingga dini hari.
BACA JUGA: BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Riau
“Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar dan Indragiri Hilir,” ujar Putri.
Secara umum, suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 100 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.
Di sisi lain, BMKG mencatat adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatra.
Berdasarkan pembaruan data pada pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 207 hotspot di Sumatra.
Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak kedua setelah Aceh.
Di Riau terdeteksi sebanyak 67 titik panas, meningkat signifikan dan tersebar di delapan kabupaten/kota.
Sebaran hotspot terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 30 titik, disusul Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 24 titik.
Selain itu, titik panas juga terpantau di Kabupaten Rokan Hulu 6 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 1 titik, Siak 1 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
Sementara itu, Aceh tercatat memiliki 66 hotspot, Sumatera Selatan 27 titik, Sumatera Utara 16 titik, Lampung 12 titik, Sumatera Barat 11 titik, Bengkulu 4 titik, Bangka Belitung 3 titik, dan Jambi 1 titik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi,” tuturnya. (mcr36/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Rizki Ganda Marito




