Serangan Udara Besar-besaran Rusia ke Berbagai Wilayah Ukraina Tewaskan 18 Orang dan Melukai Lebih dari 100 Orang

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Rusia pada Senin (2 Juni) dini hari melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap berbagai wilayah Ukraina. Serangan ini disebut sebagai salah satu serangan terbesar sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina.

Hingga saat ini, sedikitnya 18 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di beberapa daerah sehingga jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.

Rusia Meluncurkan 73 Rudal dan 656 Drone

Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia menembakkan: 73 rudal dan 656 drone ke berbagai wilayah Ukraina.

Target utama serangan meliputi:

Menurut pihak Ukraina, sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh atau menghancurkan : 40 rudal dan 602 drone yang diluncurkan Rusia.

Rumah, Rumah Sakit, dan Taman Kanak-kanak Rusak

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada berbagai bangunan sipil, termasuk:

Di beberapa daerah, pasokan listrik terputus. Puluhan ribu warga terpaksa berlindung di stasiun metro dan bunker perlindungan udara.

Tim penyelamat masih terus mencari korban selamat di bangunan-bangunan yang runtuh akibat serangan.

Seorang warga Ukraina mengatakan : “Saya hanya berharap perang ini segera berakhir, tetapi sekarang saya benar-benar putus asa. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Ini sangat sulit dijalani.”

Korban Anak-anak Ditemukan di Reruntuhan

Pejabat di Dnipro menyatakan bahwa petugas penyelamat menemukan jenazah: Seorang anak berusia 3 tahun, Seorang wanita dan putra wanita tersebut yang berusia 8 tahun di bawah reruntuhan sebuah gedung apartemen yang hancur akibat serangan.

Zelenskyy Sudah Memperingatkan Sebelumnya

Sehari sebelum serangan terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan akan melancarkan gelombang serangan udara besar dalam waktu 48 jam ke depan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan udara besar-besaran tersebut merupakan tanggapan atas serangan drone Ukraina yang belakangan menargetkan wilayah Rusia.

Ukraina Klaim Serang Fasilitas Strategis Rusia

Di sisi lain, perkembangan terbaru di medan perang juga menunjukkan kemungkinan perubahan situasi.

Sebelumnya, drone Ukraina dilaporkan berhasil menyerang fasilitas komunikasi strategis Angkatan Laut Rusia yang berada di Mirne, wilayah Crimea.

Baru-baru ini, seorang komandan senior Ukraina dalam wawancara dengan kantor berita Reuters menyatakan bahwa Ukraina berpotensi merebut kembali inisiatif di medan perang dalam enam bulan mendatang serta memperkuat posisi tawarnya dalam perundingan dengan Rusia.

Laporan disusun oleh reporter NTD Television, Xiao Chang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertemu Ramos Horta, Sekjen PDIP: Beliau Menantikan Kedatangan Megawati di Dili
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Laporan OECD : Subsidi Tiongkok untuk Industri Strategis Capai Hingga 8 Kali Lipat dari Pesaing Global
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Asmo Sulsel Dukung Workshop Elenka dan Wellington, Dorong Pengembangan UMKM di Makassar
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Jalan Urip Sumoharjo Ditutup 4 Juni, Ini Jalur Alternatifnya
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Wamenhaj Imbau Pemda Tak Banyak Acara Penyambutan: Jemaah Haji Cepat Istirahat
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.