Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang, China timur laut, dilanda angin kencang ekstrem dan badai pasir pada Minggu (31/5) sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Menurut laporan China Central Television News (CCTV News), hembusan angin mencapai level 13, sementara jarak pandang di beberapa wilayah turun hingga kurang dari 100 meter. Angin kencang menyapu pasir dan debu ke kawasan perkotaan, bahkan sempat membuat suasana siang hari berubah jadi gelap seperti malam.
Di siang hari, massa udara hangat yang kuat menyebabkan suhu di seluruh Heilongjiang meningkat tajam bersamaan dengan menguatnya kecepatan angin. Suhu maksimum di sebagian besar wilayah provinsi itu melampaui 30 derajat Celsius. Di Harbin, suhu bahkan mencapai 35,3 derajat Celsius sehingga menciptakan energi atmosfer yang tidak stabil dalam jumlah besar.
Ahli cuaca di Observatorium Meteorologi Provinsi Heilongjiang, Zhao Ling, menjelaskan massa udara dingin yang kuat bergerak cepat dari barat ke timur memasuki Heilongjiang sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi ini memicu pelepasan energi atmosfer yang tidak stabil dan membentuk garis badai atau sistem cuaca konvektif quasi-linear.
Fenomena tersebut menyebabkan tutupan awan meningkat drastis di wilayah tengah dan barat provinsi, termasuk kawasan perkotaan Harbin. Langit menjadi gelap sementara angin terus menguat. Tanah permukaan yang kering dan terbuka ikut terangkat oleh angin sehingga memicu terjadinya badai pasir.
Sejumlah rekaman video yang diambil seorang warga memperlihatkan awan badai pasir raksasa bergerak perlahan menuju kamera dari sudut pandang atap sebuah bangunan.
Cuaca badai pasir di Harbin di bulan Mei tergolong tidak biasa. Kepala Analis Cuaca China Weather TV Channel, Xin Xin, menjelaskan bahwa palung udara atas dan siklon permukaan bergerak ke arah timur melintasi Mongolia bagian timur dan China timur laut. Pergerakan itu membentuk sistem front cuaca di kawasan tersebut.
Menurut Xin, perbedaan suhu sebelum dan sesudah front sangat besar. Banyak wilayah di Heilongjiang mengalami pemanasan sebelum front datang pada Minggu (31/5) sore, termasuk Harbin yang mencatat suhu tinggi langka.
Setelah itu, udara dingin dan siklon dekat permukaan membawa angin kencang. Tabrakan antara massa udara dingin dan hangat memicu cuaca konvektif ekstrem berupa petir, kilat, serta angin kencang.
"Itu setara dengan pertemuan udara dingin yang kekuatannya seperti musim dingin dengan udara hangat setingkat musim panas. Akibatnya, angin dan aktivitas konvektif menjadi sangat kuat," ujar Xin, dikutip Global Times.
Direktur Institute of Public and Environmental Affairs, Ma Jun, mengatakan angin barat daya yang sangat kuat juga menjadi faktor penyebab badai pasir. Ketika melintasi wilayah yang relatif kering dan berpasir seperti bagian barat Provinsi Jilin, debu di permukaan tanah mudah terangkat lalu terbawa menuju Heilongjiang sehingga menciptakan badai pasir yang bergerak cepat.
Pohon Tumbang dan Listrik TergangguCuaca ekstrem tersebut menyebabkan banyak pohon tumbang di berbagai wilayah perkotaan Harbin. Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan dan beberapa jaringan listrik juga terdampak.
Departemen pengelolaan kota, pertamanan, dan penyedia listrik setempat saat ini tengah melakukan penanganan darurat, termasuk mengevakuasi pohon tumbang, membersihkan jalan, serta memulihkan pasokan listrik.
Pada Senin (1/6) pagi waktu setempat, otoritas Heilongjiang mengeluarkan peringatan cuaca yang memprediksi hujan akan sering terjadi sepanjang pekan ini. Cuaca konvektif ekstrem juga diperkirakan kembali muncul disertai suhu yang cenderung lebih rendah dan fluktuatif.
Sebagian besar wilayah diprediksi mengalami hujan disertai petir. Bahkan, beberapa daerah berpotensi dilanda puting beliung, angin badai petir, hujan es, dan berbagai fenomena cuaca konvektif ekstrem lainnya, sebagaimana disampaikan melalui akun resmi WeChat pemerintah Heilongjiang.





