Tiga polisi diperiksa atas kaburnya empat tahanan di Empat Lawang

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Empat Lawang (ANTARA) - Tiga personel Polres Empat Lawang, Sumatera Selatan, diperiksa oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) terkait kaburnya empat tahanan dari sel Polres Empat Lawang.

Kasi Humas Polres Empat Lawang Iptu Ariyanto di Empat Lawang, Kamis, mengatakan ketiga personel yang diperiksa yakni Bripka ER, Brigpol ON, dan Brigpol YA yang bertugas menjaga blok tahanan saat peristiwa tersebut terjadi.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan adanya kelalaian petugas dalam insiden kaburnya empat tahanan pada Selasa (2/6) sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga saat ini ketiga personel tersebut masih berstatus sebagai saksi dalam pemeriksaan internal yang dilakukan Propam Polres Empat Lawang.

Baca juga: Kejari Pontianak tangkap kembali dua tahanan kabur

"Untuk informasi lebih lanjut akan saya tanyakan ke Propam," katanya.

Selain melakukan pemeriksaan internal, pihaknya juga terus melakukan pengejaran terhadap empat tahanan yang melarikan diri dari sel tahanan tersebut.

"Keempat tahanan masih dalam pengejaran hingga hari ini," ujarnya.

Peristiwa kaburnya para tahanan pertama kali diketahui petugas Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) saat melakukan patroli rutin di area blok tahanan. Petugas mendapati jeruji besi ventilasi di sel nomor 2 telah rusak dan ruang tahanan dalam keadaan kosong.

Empat tahanan yang kabur tersebut masing-masing Febri Andi Kaspura (36) warga Desa Batu Raja Lama dan Badri (42) warga Desa Pagar Jati yang merupakan tersangka kasus narkoba.

Baca juga: Polda Lampung buru tahanan kabur dari Rutan Polres Way Kanan

Kemudian, Pigo Ardiansyah (22) warga Desa Tanjung Tawang yang tersangkut perkara Pasal 476 KUHP serta Irianto alias Yanto (45) warga Desa Babatan yang ditahan dalam kasus kriminal umum.

Namun, seorang tahanan berinisial TS (29) memilih tetap berada di dalam sel dan tidak ikut melarikan diri bersama empat tahanan lainnya.

Dari keterangan TS kepada penyidik, rencana pelarian tersebut diduga telah disusun sejak empat hari sebelum kejadian. Para tahanan menggesek jeruji ventilasi sedikit demi sedikit agar tidak menimbulkan suara yang mencurigakan.

Setelah jeruji ventilasi berhasil dirusak, para tahanan keluar melalui lubang tersebut dan memanjat menggunakan kain yang dirangkai sebelum melompati pagar luar area tahanan.

Baca juga: Polresta Samarinda tangkap kembali 10 tahanan kabur


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair di Semarang, Pagi hingga Sore Pelamar Berdatangan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Kasus Pemerasan Dokumen Imigrasi, Silmy Karim Terima Jatah Rp100 Juta per Minggu
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
[FULL] Peneliti Oxford Bongkar Dugaan Skandal Pemalsuan Riset di Konferensi Internasional
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Diduga Terkait Masalah di Pebayuran, Oknum Petinggi APDESI Jabar Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Noel Ebenezer Terima Divonis 4,5 Tahun Penjara: Sesuai dengan Kejahatan Saya
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.