Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran jumbo senilai Rp1,17 triliun pada Tahun Anggaran (TA) 2026 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) Papua.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan suntikan dana segar dari kas negara tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas, mempercepat roda pelayanan publik, sekaligus membuka isolasi aksesibilitas pada wilayah-wilayah sentra ekonomi baru di wilayah tersebut.
"Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memperkuat integrasi wilayah di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan geografis," ujar Dody dalam keterangan resminya, Kamis (4/6/2026).
Dari total pagu yang disiapkan, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga secara khusus menggelontorkan Rp337,83 miliar guna menggenjot pos pembangunan jalan dan jembatan.
Adapun hingga Mei 2026, realisasi serapan keuangan untuk pos konektivitas tersebut telah menyentuh Rp56,03 miliar atau setara 16,58% dengan progres fisik lapangan mencapai 20,56%.
Di wilayah Papua Selatan, anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai rekonstruksi Jalan Simpang Kuprik–Kampung SP 9–SP 3 Salor sepanjang total 11,8 kilometer yang terbagi dalam dua segmen pengerjaan.
Baca Juga
- Skema Pembiayaan Infrastruktur Baru Resmi Meluncur, Pemda Boleh Lakukan Ini
- Menteri PU Pastikan Pelemahan Rupiah Belum Berdampak ke Pembangunan Infrastruktur
- Kementerian PU Butuh Tambahan Anggaran Rp34,33 Triliun untuk Proyek Prioritas Prabowo
Koridor jalan tersebut dinilai menjadi urat nadi logistik yang krusial lantaran menyambungkan akses kawasan pusat pemerintahan baru dengan kantong-kantong ekonomi di wilayah selatan.
Sementara itu, di wilayah Papua Tengah, pemerintah berfokus memacu pembangunan Jalan Kali Bumi–Bandara Karadiri sepanjang 1,27 km dan Jalan Waroki–Kali Bumi sepanjang 4,13 km untuk mengoneksikan bandara baru.
Tak hanya itu, Kementerian PU juga tengah melakukan pelebaran Jalan Batas Kota Nabire–Wanggar sepanjang 7,25 km serta membentangkan Jembatan Kali Bumi Bawah sepanjang 100 meter demi mengurai kendala geografis.
Sementara sisa anggaran dari total pagu Rp1,17 triliun tersebut dipastikan mengalir ke sektor infrastruktur dasar lainnya melalui pos belanja Ditjen Cipta Karya dan Ditjen Sumber Daya Air.
“Selain sektor konektivitas melalui Ditjen Bina Marga, dukungan pembangunan juga dilakukan melalui Ditjen Cipta Karya dan Ditjen Sumber Daya Air untuk mempercepat penyediaan infrastruktur dasar yang mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di daerah otonom baru,” pungkasnya.





