Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengarahkan agar jajarannya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersungguh-sungguh menjalankan mandat program percontohan penyelenggaraan pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak.
Arahan tersebut disampaikan Pram, sapaan akrabnya, terkait penunjukan Jakarta sebagai daerah percontohan untuk penerapan program tersebut.
Pram juga telah menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama penerapan program tersebut di Provinsi DKI Jakarta, di gedung Grha Ali Sadikin di Jakarta pada Kamis.
“Saya sudah meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk secara sungguh-sungguh menerima mandat ini. Kami akan kerjakan, termasuk semuanya. Sebenarnya jangan hanya satu tahun, sampai selesai tahun 2029 juga akan kami kerjakan,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kepada Jakarta itu merupakan sebuah kehormatan.
Selain itu, dia memandang program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak yang semakin terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Pemerintah teken SKB layanan terpadu lindungi perempuan-anak Jakarta
Program itu, kata Pramono, juga sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global. Oleh sebab itu, Pemprov DKI bersungguh-sungguh menjalankan mandat yang diberikan.
Terlebih, saat ini Jakarta menduduki posisi kedua sebagai kota teraman di ASEAN.
“Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk menjadi percontohan yang baik. Saya sudah meminta kepada Dinas PPAPP (Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk), kepada polisi, jangan sampai malu-maluin dananya nggak ada. Jadi, yang paling penting budget-nya disiapkan oleh DKI Jakarta,” ungkap Pramono.
Lebih lanjut, dalam rangka memaksimalkan implementasi program tersebut, Pemprov DKI juga berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan sistem digitalisasi, seperti aplikasi JAKI dan Smart City.
Pramono berharap pelaksanaan program itu benar-benar memberikan manfaat dan berpihak kepada korban.
Baca juga: Menteri PPPA imbau penguatan keluarga untuk cegah kasus kekerasan
Baca juga: Orang tua disarankan gunakan aplikasi untuk awasi penggunaan internet
Arahan tersebut disampaikan Pram, sapaan akrabnya, terkait penunjukan Jakarta sebagai daerah percontohan untuk penerapan program tersebut.
Pram juga telah menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama penerapan program tersebut di Provinsi DKI Jakarta, di gedung Grha Ali Sadikin di Jakarta pada Kamis.
“Saya sudah meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk secara sungguh-sungguh menerima mandat ini. Kami akan kerjakan, termasuk semuanya. Sebenarnya jangan hanya satu tahun, sampai selesai tahun 2029 juga akan kami kerjakan,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kepada Jakarta itu merupakan sebuah kehormatan.
Selain itu, dia memandang program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak yang semakin terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Pemerintah teken SKB layanan terpadu lindungi perempuan-anak Jakarta
Program itu, kata Pramono, juga sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global. Oleh sebab itu, Pemprov DKI bersungguh-sungguh menjalankan mandat yang diberikan.
Terlebih, saat ini Jakarta menduduki posisi kedua sebagai kota teraman di ASEAN.
“Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk menjadi percontohan yang baik. Saya sudah meminta kepada Dinas PPAPP (Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk), kepada polisi, jangan sampai malu-maluin dananya nggak ada. Jadi, yang paling penting budget-nya disiapkan oleh DKI Jakarta,” ungkap Pramono.
Lebih lanjut, dalam rangka memaksimalkan implementasi program tersebut, Pemprov DKI juga berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan sistem digitalisasi, seperti aplikasi JAKI dan Smart City.
Pramono berharap pelaksanaan program itu benar-benar memberikan manfaat dan berpihak kepada korban.
Baca juga: Menteri PPPA imbau penguatan keluarga untuk cegah kasus kekerasan
Baca juga: Orang tua disarankan gunakan aplikasi untuk awasi penggunaan internet





