Nama Dadan Hindayana mendadak menjadi magnet di mesin pencari Google Indonesia dalam 48 jam terakhir. Angka pencariannya meroket hingga 1.000 persen yang memberikan sinyal bahwa publik sedang menaruh atensi penuh terhadap sosok yang memimpin Badan Gizi Nasional tersebut.
Di media sosial, nama Dadan terus disebut dalam berbagai unggahan dengan respons yang beragam. Tidak sedikit warganet yang melontarkan kritik, namun di saat bersamaan, banyak pula yang mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto memberhentikannya.
Namun perlu dicatat, “pengadilan” di jagat maya ini bergulir sebelum Kejaksaan Agung menuntaskan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Jempol warganet seolah telah mengambil peran sebagai hakim yang memvonis atau membela pejabat sebelum fakta hukum yang utuh tergelar di meja persidangan.
Besarnya atensi ini terekam melalui data Google Trends per Kamis (4/6/2026) pukul 11.00 WIB. Nama Dadan Hindayana menjadi salah satu tren pencarian utama di Indonesia, dengan volume penelusuran menembus 200.000 dan lonjakan mencapai 1.000 persen sejak 2 Juni pukul 21.00 WIB.
Gelombang perhatian terhadap Dadan tidak berhenti di mesin pencari, melainkan mengalir ke berbagai platform media sosial. Drone Emprit mencatat 22.485 sebutan atau mentions dengan total 48,8 juta interaksi sepanjang 2–3 Juni 2026. Sentimen publik pun terbelah hampir merata, yakni 50,5 persen positif dan 47,2 persen negatif.
Sebaran sentimen itu tidak merata di semua platform. Konten bernada positif mendominasi YouTube (97,9 persen) dan TikTok (75,9 persen), umumnya berupa unggahan apresiatif dan informatif. Sebaliknya, arus kritis lebih terkonsentrasi di Instagram (52,7 persen) dan X (55,9 persen).
Sentimen positif publik mengapresiasi ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam mengevaluasi kinerja pimpinan BGN serta mendukung penegakan hukum terhadap Dadan serta dua mantan Wakil Kepala BGN lainnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Langkah ini dipandang sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola dan transparansi program MBG agar lebih berkelanjutan.
Di sisi lain, sentimen negatif didominasi keraguan publik akan adanya perubahan substantif pada program MBG. Muncul skeptisisme terhadap kompetensi pimpinan baru, serta kekhawatiran atas potensi korupsi, pemborosan, dan masalah teknis seperti kasus keracunan yang belum teratasi.
“X cenderung menjadi ruang bagi narasi kritis dan kalkulasi anggaran, sementara YouTube dan TikTok lebih banyak memuat liputan dan apresiasi,” ujar pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi.
Dari sisi analisis emosi, Ismail mencatat bahwa emosi paling dominan adalah anticipation (28 persen) yang menandakan bahwa publik lebih banyak menanti hasil nyata dari perubahan yang akan dilakukan BGN. Harapan itu diikuti tingkat kepercayaan (21 persen) yang cukup tinggi terhadap ketegasan Presiden dan proses hukum yang berjalan, serta perasaan sedih (19 persen) yang mencerminkan kekecewaan atas catatan kelam masa lalu, mulai dari kasus keracunan hingga carut-marutnya tata kelola MBG.
Secara keseluruhan, penilaian publik belum final. Meski ada apresiasi atas penegakan hukum, publik tetap kritis terhadap kredibilitas pimpinan baru BGN dan skeptis soal perubahan struktural yang lebih dalam.
“Dominasi emosi antisipasi menunjukkan bahwa penilaian publik belum final. Hal yang banyak dituntut adalah audit menyeluruh, transparansi tata kelola, dan evaluasi atas desain program MBG, bukan sekadar pergantian figur di pucuk lembaga,” pungkas Ismail.
Selain Dadan selaku Kepala BGN, dua mantan Wakil Kepala BGN telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sony Sonjaya (Wakil Kepala BGN Bidang Operasional) dan Lodewyk Pusung (Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan). Ketiganya diduga terlibat dalam pengaturan mitra yayasan fiktif untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta melakukan markup pada pengadaan barang seperti motor listrik dan alat elektronik.
Di balik keputusan pencopotan itu, Presiden Prabowo menyimpan kegundahan mendalam. Saat memberikan pengarahan dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026), ia mengungkapkan telah lama menerima laporan soal kejanggalan dan indikasi penyelewengan di BGN. Begitu laporan itu masuk, Prabowo segera memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri duduk perkaranya.
Prabowo menegaskan program MBG adalah inisiatif strategis yang tidak boleh dinodai praktik korupsi. Kepemimpinan yang tidak jujur atau tidak kompeten, tegasnya, dipastikan akan merusak sistem yang ada.
Oleh karena itu, ia berkomitmen memperkuat barisan aparat penegak hukum, mulai dari BPKP, KPK, hingga Kejaksaan Agung, dengan menjamin kecukupan anggaran maupun personel. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri! Dan tidak ada pengecualian,” tegasnya.
Meski demikian, Prabowo tak memungkiri ada rasa berat hati saat menandatangani surat pemberhentian. Ia mengaku telah memberikan kepercayaan tinggi kepada para pejabat yang kini terjerat hukum. Kepada jajaran pejabat lainnya, ia pun melontarkan peringatan keras “Gue sudah warning lu ya,” tutur Prabowo.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan DPR akan memperketat pengawasan terhadap tata kelola BGN secara menyeluruh, mulai dari perencanaan dan penganggaran hingga post-audit dalam pembahasan APBN 2027. Ia juga mendorong penguatan audit internal melalui inspektorat agar setiap temuan BPK dapat ditindaklanjuti serius.
"Harapannya, pimpinan BGN yang baru ini betul-betul menjaga amanat Presiden dan mampu menjalankan seluruh agenda percepatan target BGN dengan lebih akuntabel,” ujar politikus PKB tersebut.





