Legislator PDIP Minta Pendampingan Khusus Jemaah Haji Lansia dan Berisiko Tinggi

jpnn.com
1 minggu lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PDIP Hj. Ansari meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meningkatkan kualitas pendampingan terhadap jemaah haji lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi. Menurutnya, kelompok tersebut membutuhkan perhatian lebih intensif, terutama dalam menghadapi padatnya rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“Jemaah lansia dan kelompok berisiko tinggi harus menjadi prioritas dalam pelayanan haji. Pendampingan yang optimal sangat penting agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” kata Hj. Ansari, Rabu (3/6).

BACA JUGA: PDIP dan Fretilin Perkuat Dialog Demokrasi, Hasto Sebut Punya Platform Inklusif Sama

Hj. Ansari menilai pendampingan bagi jemaah lansia tidak cukup hanya bersifat administratif, tetapi harus menyentuh aspek keselamatan, kesehatan, mobilitas, hingga kesiapan petugas dalam merespons kondisi darurat. Ia menekankan bahwa jemaah lansia dan berisiko tinggi merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kendala selama pelaksanaan ibadah karena faktor usia, kondisi fisik, penyakit bawaan, serta padatnya aktivitas.

“Pelayanan yang humanis dan responsif tentunya juga sangat dibutuhkan, jangan sampai ada jemaah yang justru kesulitan mendapatkan bantuan ketika menghadapi masalah kesehatan atau keterbatasan fisik,” tegas Hj. Ansari.

BACA JUGA: Sekjen PDIP Tiba di Dili, Bahas Rencana Megawati ke Timor Leste Terima Penghargaan

Legislator tersebut juga mendorong PPIH untuk memperkuat koordinasi antarpetugas, mulai dari sektor kesehatan, pembimbing ibadah, hingga petugas kloter. Dengan koordinasi yang lebih baik, setiap jemaah yang membutuhkan bantuan dapat segera teridentifikasi dan mendapatkan penanganan yang tepat.

“Ini penting kami sampaikan, karena berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan, pendampingan bagi kelompok lansia dan jamaah berisiko tinggi terasa kurang, sehingga perlu ditingkatkan di masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

BACA JUGA: Bertemu Ramos Horta, Sekjen PDIP: Beliau Menantikan Kedatangan Megawati di Dili

Selain itu, Hj. Ansari juga mendorong agar evaluasi layanan haji tidak hanya dilakukan setelah seluruh proses selesai, tetapi juga secara berkala selama penyelenggaraan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya diukur dari kelancaran teknis keberangkatan dan kepulangan jemaah, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu memastikan jemaah yang rentan tetap memperoleh perlindungan dan pelayanan yang layak.

Dengan meningkatnya jumlah jemaah lansia, penguatan sistem pendampingan dinilai menjadi kebutuhan mendesak. PPIH diminta tidak hanya mengandalkan prosedur umum, tetapi menyiapkan pendekatan khusus bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik maupun risiko kesehatan tinggi.

“Dengan peningkatan layanan pendampingan, kami berharap seluruh jemaah, terutama lansia dan kelompok berisiko tinggi, dapat menunaikan ibadah haji dengan lebih tenang, aman, dan memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Timor Leste


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
73,21 Persen Lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Lolos PTN, Tertinggi di Kabupaten Kediri
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Kemdiktisaintek pacu peran mahasiswa atasi sampah dan transisi energi
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Viral Bebek Nangkring di Atap Gerbong KRL Green Line, Begini Penjelasan KCI
• 3 jam laludetik.com
thumb
Telkomsel Gandeng Fola Play, Paket Nonton Piala Dunia 2026 Mulai Rp25 Ribu
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Komut Pertamina Tinjau Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.