JAKARTA, KOMPAS.TV - Masyarakat kerap bertanya mengapa hujan masih terjadi padahal sejumlah wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi ini sering menimbulkan anggapan bahwa musim kemarau seharusnya identik dengan cuaca panas tanpa hujan sepanjang waktu.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan musim kemarau bukan berarti hujan hilang sepenuhnya.
Secara ilmiah, musim kemarau ditandai oleh jumlah curah hujan bulanan yang rendah, yaitu kurang dari 50 milimeter per bulan.
Karena itu, hujan yang sesekali turun saat musim kemarau merupakan hal yang normal dan tidak menandakan musim telah berganti.
Baca Juga: Noel Tanggapi Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG yang Seret Dadan Hindayana: Memprihatinkan
Melansir akun Instagram @infobmkg, BMKG mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hujan masih dapat terjadi pada musim kemarau.
1. Indonesia Dikelilingi Laut Hangat
Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh perairan hangat.
Kondisi ini membuat proses penguapan air laut tetap berlangsung meskipun angin kering khas musim kemarau sedang mendominasi.
Uap air hasil penguapan tersebut menjadi bahan baku pembentukan awan hujan yang dapat berkembang kapan saja.
Karena itu, peluang hujan tetap ada meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau.
2. Pengaruh Fenomena Atmosfer Tropis
Selain faktor lokal, hujan saat musim kemarau juga dapat dipicu oleh berbagai fenomena atmosfer tropis.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- hujan saat musim kemarau
- musim kemarau





