Bagaimana agar Peka Terhadap Perasaan Orang Lain? Ini Tuntunan dari Nabi Muhammad

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manusia memiliki perasaan yang penting pula dibaca dan lalu dijaga dengan baik. Membaca perasaan itu bisa ditempuh dengan menangkap bahasa tubuh yang bersangkutan. Dengan demikian, perkara yang kurang mengenakkan akibat ketidakpekaan selama berinteraksi bisa dihindari.

Sering kali, ketika bergaul, kurang memperhatikan perasaan orang lain. Mengobrol hingga larut, memaksakan kehendak, dan penggunaan bahasa entah disadari atau tidak kerap menyakiti perasaan.

Baca Juga
  • Pentingnya Membaca dan Memahami Alquran Sepenuh Hati
  • Jangan Suka Berandai-andai
  • ITB Somasi Prihantini yang Diduga Palsukan Riset Konferensi Internasional dan Minta Tulisan Dicabut

Syekh Musthafa al-Adawi dalam bukunya yang berjudul Fiqh al-Akhlak wa al-Mu'amalat Ma'a al-Mu'minin, menjelaskan Rasul merupakan sosok yang peka membaca perasaan dan karakter seseorang. Hal ini dijadikan sebagai acuan untuk berinteraksi dengan sesesorang sesuai dengan latar belakangnya masing-masing. Perhatikan, misalnya, sikap yang ditunjukkan Rasul SAW kepada Utsman bin Affan yang dikenal pemalu di kalangan sahabat.

Seperti yang pernah dikisahkan Aisyah. Abu Bakar pernah menghadap Nabi Muhammad SAW. Ketika itu, Rasulullah SAW hanya memakai baju berbahan wol seadanya sambil berbaring santai. Tanpa segan, ayahanda ummul mukminin tersebut mengutarakan maksud kedatangannya pada menantunya itu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pemandangan yang sama terlihat saat Rasul menerima kunjungan Umar bin Khatab. Ketika, tiba giliran Utsman, Rasul meminta Aisyah berbenah dan menyiapkan pakaian yang lebih bagus.

Aisyah pun terheran, mengapa penyambutan Utsman diistimewakan, sedangkan kedua tamu sebelumnya diperlakukan biasa saja. Rasul menjawab bahwa Utsman merupakan sosok pemalu, bila tidak disambut sedemikian rupa, bisa jadi dia tidak akan berani menyampaikan uneg-unegnya.

Bentuk peka menghargai perasaan orang lain, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menjatuhkan martabat dan harga diri seseorang di muka umum, sekalipun yang bersangkutan memang bersalah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dony Oskaria Targetkan Pupuk Indonesia Pangkas Entitas dari 57 Menjadi 17 Perusahaan pada 2026
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Media Singapura Soroti Prihantini di Riset Palsu, Singgung Mirip Karakter Kartun Usai Ganti Identitas
• 14 jam laludisway.id
thumb
Kepala BSKDN: Inovasi Daerah Harus Menjadi Solusi yang Bisa Ditularkan
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
INDOFEST 2026 Digelar 4 Hari, Discount Perlengkapan Outdoor hingga 70 Persen
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
KPK Jerat Eks Dirjen Imigrasi Silmy Karim Tersangka Pemerasan
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.