Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat kolaborasi untuk mempercepat adopsi teknologi artificial intelligence (AI) melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan ASEAN Foundation yang menargetkan penambahan 250 ribu talenta digital di bidang AI hingga 2028.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan kerja sama tersebut menjadi cerminan kebutuhan negara-negara ASEAN untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam pengembangan dan adopsi teknologi AI di kawasan Asia Tenggara.
"Program AI Ready ASEAN ini penting sekali saya kira sebagai sebuah cerminan betapa negara-negara ASEAN membutuhkan satu kerjasama yang kuat dalam rangka untuk memajukan adopsi teknologi AI di kawasan," ungkapnya.
Program AI Ready ASEAN akan memberikan berbagai kegiatan kepada peserta yang meliputi program literasi digital, modul pembelajaran daring, pelatihan langsung, dan kegiatan peningkatan kesadaran digital.
Tantangan Bersama dalam Adopsi AINezar menilai negara-negara ASEAN menghadapi tantangan yang serupa dalam mengadopsi teknologi AI, terutama dalam aspek riset dan pengembangan serta penguatan talenta digital.
Melalui kerja sama tersebut, negara-negara ASEAN diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, berbagi teknologi, dan mempercepat implementasi AI di berbagai sektor.
"Kita melihat ASEAN sebagai sebuah kesatuan, baik itu ikatan kultural maupun politik sebagai negara tetangga dan kita juga melihat dia sebagai sebuah kesatuan teknologi dalam artian bagaimana sesama negara ASEAN bisa berbagi pengalaman, teknologi, dan juga kemampuan yang sedang dikembangkan," ujarnya.
Nezar juga menyoroti potensi ekonomi digital ASEAN yang diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar AS pada 2030.
Indonesia diperkirakan memberikan kontribusi sekitar 366 miliar dolar AS terhadap nilai ekonomi digital kawasan tersebut.
Program Berjalan Sejak 2024Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam menjelaskan Program AI Ready ASEAN telah berjalan sejak 2024 dan terus memperluas jangkauan manfaatnya di kawasan.
Dalam dua tahun pelaksanaannya, program tersebut telah menjangkau 5,3 juta penerima manfaat.
Program itu memberikan pemberdayaan keterampilan AI serta pemahaman mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab dan beretika.
Kerja sama Kemkomdigi dan ASEAN Foundation menjadi salah satu langkah bersama negara-negara ASEAN untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan transformasi digital di masa depan.




