Plt DirekturJenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, melaporkan kapasitas terpasang energi baru dan terbarukan (EBT) di sistem ketenagalistrikan nasional hingga April 2026 mencapai 26 gigawatt (GW). Angka tersebut setara 15% dari total kapasitas pembangkit nasional yang mencapai 108 GW.
Sementara itu, dari sisi realisasi produksi listrik nasional di periode yang sama sebesar 165,51 terawatt hour (TWH) dengan dengan porsi batu bara memegang kendali sebesar 64%. Kemudian, gas lebih rendah dari target yakni 13,86%, BBM 3,38%.
"Kemudian, porsi EBT atau energi baru-terbarukan secara keseluruhan mencapai 26 GW atau 15 persen dari total kapasitas nasional dan energi lainnya," ujar Tri dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (4/6/2026).
Dari sisi produksi listrik, realisasi pembangkitan nasional hingga April 2026 mencapai 494 terawatt hour (TWh). Batu bara masih menjadi sumber energi utama dengan kontribusi 64% terhadap total produksi listrik nasional.
Baca Juga: ESDM Laporkan Progres Listrik Desa Sudah Capai 92,5%
Baca Juga: ESDM Tegaskan Bakal Cek Kompensasi Pelanggan Terdampak Blackout Sumatera
Selanjutnya, pembangkit berbahan bakar gas menyumbang 13,86%, lebih rendah dibandingkan target yang ditetapkan. Adapun kontribusi pembangkit berbahan bakar minyak tercatat sebesar 3,38%.
Di tengah dominasi energi fosil tersebut, kontribusi EBT terhadap produksi listrik nasional menunjukkan tren positif. Tri menyebut realisasi bauran produksi listrik dari EBT pada 2025 mencapai 17,89%, melampaui target sebesar 16,46%.
"EBT seperti yang tahun 2025 mengalami kenaikan melampaui target yaitu realisasi 17,89 di atas target 16,46. Porsi ini tentu cukup menggembirakan dan menunjukkan kinerja yang cukup positif," tandasnya.





