Gandeng Arizona State University, Esa Unggul Buka International College

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Universitas Esa Unggul (UEU) memperluas ekspansi akademiknya dengan meluncurkan kampus keempat yang diberi nama International College di Global Innovation Hub (GIH) di Jakarta Selatan. Kampus berkonsep urban ini dihadirkan lewat kolaborasi berskala global melalui inisiatif Powered by Arizona State University (ASU).

Langkah ini disebut menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan kurikulum, fasilitas, serta jalur akademik internasional yang terhubung langsung dengan universitas paling inovatif di Amerika Serikat tersebut.

Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja, menyampaikan pembukaan kampus baru di Jakarta Selatan ini merupakan komitmen jangka panjang untuk mendongkrak kualitas talenta lokal agar mampu bersaing di panggung global.

"Melalui kolaborasi kami dengan Cintana Education dan Arizona State University, kami menjadikan pendidikan kelas dunia lebih mudah diakses di Indonesia. Langkah ini memperluas peluang pembelajaran global bagi mahasiswa Indonesia, termasuk jalur akademik yang mulus dan pengalaman internasional dengan ASU," ujar Arief dalam seremoni peluncuran International College di Global Innovation Hub (GIH), Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juni 2026.

Baca Juga :

Perluas Akses, SPMB 2026 di Natuna Terapkan Sistem Daring dan Luring
Skema perkuliahan UEU International College menyusun skema perkuliahan yang dirancang untuk memangkas waktu studi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui beberapa jalur internasional.

Pertama, Program Magister Terakselerasi (4+1). Lewat program ini, mahasiswa dapat menyelesaikan kuliah jenjang Sarjana (S1) di Indonesia, lalu langsung melanjutkan kuliah Magister (S2) di Arizona State University hanya dalam waktu satu tahun. Jalur ini dibuka untuk program studi Manajemen, Komunikasi Massa, dan Teknik Industri.

Kedua, jalur Gelar Ganda (Double Degree 3+1). Melalui program ini, mahasiswa menempuh masa studi tiga tahun di UEU dan satu tahun sisanya di Arizona State University, atau melalui metode pembelajaran daring yang fleksibel. Lulusannya akan langsung menyandang dua gelar sekaligus. Program ini perdana dibuka untuk jurusan Teknologi Informasi.

Ketiga, sertifikat Pascasarjana UEU. Kredit akademik yang diperoleh mahasiswa dari program sertifikasi ini dapat ditransfer langsung ke program Magister pilihan di luar negeri.

Peluncuran International College di Global Innovation Hub (GIH) Universitas Esa Unggul. Foto: Istimewa. Cetak lulusan kompetitif Wakil Presiden Inisiatif Akademik Global ASU, Julia Rosen, menilai kolaborasi ini sebagai terobosan besar untuk mencetak pemimpin masa depan yang adaptif. 

"Model ini dirancang untuk membentuk lulusan yang kompetitif secara global dengan menciptakan jalur baru bagi mahasiswa berprestasi untuk memulai studi di dalam negeri dan melanjutkan ke jenjang akademik internasional di ASU," urai Julia.

Sebagai bagian dari aliansi global ASU-Cintana, mahasiswa UEU kini otomatis mendapatkan akses gratis ke berbagai modul sertifikasi masa depan milik ASU, mulai dari kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, hingga teknologi keberlanjutan. Mahasiswa juga akan merasakan pengalaman belajar virtual yang dipimpin para profesor dan pakar industri global dari AS.

Kampus keempat UEU di Jakarta Selatan ini mengusung konsep fisik Global Innovation Hub (GIH). Fasilitas ini dirancang sebagai ekosistem pendidikan kolaboratif yang menjembatani ruang akademik dengan kebutuhan riil sektor industri.

Untuk menunjang kenyamanan belajar, GIH dilengkapi dengan infrastruktur mutakhir seperti ruang kelas pintar (smart classroom), laboratorium teknologi terintegrasi, ruang kerja bersama (co-working space), serta sistem pembelajaran digital terpadu yang berfokus pada metode pemecahan masalah praktis.

Pendiri sekaligus Ketua Cintana Education, Doug Becker, menambahkan integrasi kekuatan lokal dan inovasi global ini menjadi kunci penting kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang digerakkan oleh teknologi.

"Melalui model ini, mahasiswa mendapatkan keterampilan yang relevan dengan industri dan peluang internasional sambil tetap terhubung erat dengan prioritas ekonomi Indonesia," pungkas Doug.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Segel Tiket Semifinal Ganda Putri di Indonesia Open 2026
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Ketum KNPI Ali Hanafiah Apresiasi Langkah Presiden Ganti Kepala BGN
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Hakim Akui Jasa Noel Ebenezer Bela Buruh, tetapi Tetap Beri Vonis 4,5 Tahun Penjara
• 8 jam lalukompas.com
thumb
9 Ciri-ciri Orang Toksik di Sekitar Kita, Sebaiknya Hindari!
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Sita Barang Bukti Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA di Indonesia
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.