BGN Hentikan Pendaftaran SPPG Baru, Dapur Lama yang Tak Sesuai Standar Akan Diblokir

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

BGN di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang bakal bersikap tegas dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar sesuai aturan.

BGN di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang bakal bersikap tegas dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar sesuai aturan. (Foto: Ist)

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang baru saja ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana, bakal bersikap tegas dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar sesuai aturan. Nanik bakal menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai standar serta menghentikan sementara pendaftaran dapur baru.

Nanik menjelaskan, kebijakan penutupan SPPG yang bermasalah demi meningkatkan efisiensi anggaran BGN sekaligus memperkuat tata kelola puluhan ribu dapur MBG yang saat ini telah beroperasi.

Baca Juga:
BGN Siapkan Penyempurnaan Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026

"Pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend (blokir)," kata Nanik di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026). 

Nanik mengungkapkan, antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi membangun SPPG baru sangat tinggi. Oleh karena itu, dia berencana menghentikan proses tersebut sementara waktu untuk menata ulang SPPG yang sudah ada.

Baca Juga:
Sony Sonjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan

"Jadi, kita sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar dan posisinya ada persiapan, ada apa gitu. Nah, saat ini sudah ada sekitar 27 ribu lebih dapur yang sudah operasional. Kami akan beresin dulu ini," ujar Nanik.

Nanik mengatakan penataan dan penghentian sementara ini juga didorong oleh ketimpangan distribusi SPPG di lapangan. Dia menilai sebaran dapur yang ada saat ini terlalu terkonsentrasi di kawasan aglomerasi atau perkotaan sehingga melupakan sasaran prioritas.

"Karena apa? Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden (Prabowo Subianto) pesannya ke kami harus ke 3T dulu," pungkasnya.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual, Harga Termurah Rp1,8 Jutaan
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Klasemen Sementara Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Runner-Up
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Partai Politik dan Kerupuk Kulit
• 3 jam lalukompas.com
thumb
OJK Endus Ada Penipuan Berkedok Investasi di Purwokerto, Ini Modusnya
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bocah di Kutai Timur Diculik: Minta Tebusan Rp 200 Juta, Korban Ditemukan Tewas
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.