OJK Endus Ada Penipuan Berkedok Investasi di Purwokerto, Ini Modusnya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang terjadi di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah. OJK meminta masyarakat yang menjadi korban segera melakukan pelaporan ke Kantor OJK Purwokerto ataupun melalui Kontak Konsumen OJK (021) 157, WhatsApp 081157157157 dan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) OJK https://kontak157.ojk.go.id.

"Kasus dugaan penipuan berkedok investasi di wilayah Purwokerto belakangan muncul setelah sejumlah pihak melaporkan telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh seorang mantan pegawai Bank Mandiri Taspen (Mantap) Kantor Cabang Purwokerto," ungkap Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Agus Firmansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).

OJK di bagian pelindungan konsumen pada Kamis ini juga sudah memanggil Direksi Bank Mantap untuk meminta penjelasan mengenai kasus ini mengingat banyak korban terindikasi menggunakan dana pinjaman atau kredit dari Bank Mantap untuk dipakai dalam investasi tersebut.


OJK juga meminta Direksi Bank Mantap untuk melakukan investigasi lebih lanjut terutama mengenai jumlah nasabah yang kemungkinan menjadi korban penipuan investasi tersebut termasuk nilai kerugiannya serta meminta Bank Mantap membantu mendampingi korban.

"OJK juga sedang memeriksa kebenaran informasi bahwa korban penipuan berkedok investasi di Purwokerto ini tidak hanya dari nasabah Bank Mantap, tetapi juga sejumlah nasabah bank lain di Purwokerto," sebutnya.

Untuk segera bisa membantu korban penipuan, OJK juga akan segera membuka Posko Pengaduan di Kantor OJK Purwokerto agar masyarakat yang menjadi korban bisa melaporkan kejadiannya. OJK juga telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian untuk segera melakukan penindakan terhadap kasus ini.

Menanggapi maraknya penipuan berkedok investasi di masyarakat, OJK secara proaktif mengimbau masyarakat untuk semakin berhati-hati dan tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan yang ditawarkan. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, masyarakat wajib menerapkan prinsip 2L, yaitu:

Legal: Pastikan perusahaan atau entitas yang menawarkan investasi telah memiliki izin resmi dari OJK atau otoritas terkait yang berwenang.

Logis: Evaluasi tingkat imbal hasil (keuntungan) yang ditawarkan. Waspadai penawaran yang menjanjikan keuntungan pasti (fixed return) yang sangat tinggi dalam waktu singkat dan tanpa risiko.

"Masyarakat juga bisa berkonsultasi dan meminta penjelasan perihal produk-produk investasi melalui saluran komunikasi OJK melalui Kontak 157 atau WA 081157157157 atau ke Kantor OJK terdekat," tutupnya.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jurus Asuransi Perkuat Kecukupan Modal Hadapi Gejolak Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Kejahatan Dadan Cs Menunjuk SPPG Program MBG, Oalah
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Tujuh Kali Insiden Peluru Nyasar, UNP Minta Lapangan Tembak TNI Dipindahkan
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Kemenag Lantik 258 Kepala KUA Baru untuk Perkuat Layanan Keagamaan di Seluruh Indonesia
• 53 menit lalupantau.com
thumb
BGN Evaluasi Penerima MBG, Sekolah Mampu Tak Lagi Jadi Prioritas
• 6 jam laludetik.com
thumb
Jejak Uang Rp366,7 M ke Pejabat Kementerian Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan Silmy Karim
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.