JAKARTA, DISWAY.ID – Kegelapan malam di lokasi pengungsian pascakebakaran Kemayoran perlahan lenyap. Di tengah kepungan puing dan duka yang masih menyelimuti kawasan padat penduduk Jalan Haji Ung, Pasar Jiung, Jakarta Pusat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali bergerak.
Kali ini, lembaga tersebut tidak hanya membawa logistik, tetapi juga menerangi sudut-sudut gelap tempat para penyintas beristirahat dengan memasang instalasi listrik penerangan secara gratis.
BACA JUGA:Polisi Duga Kebakaran Dekat Stasiun Tanah Abang Akibat Ledakan Tabung Gas Warkop
Tak berhenti di situ, bantuan makanan siap saji pun terus dialirkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan segalanya.
Memasuki fase pascakebakaran, BAZNAS RI mengubah strategi dari respons darurat ke pemulihan awal.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kehadiran listrik di pengungsian adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
“Setelah melakukan respons darurat pada fase awal, BAZNAS RI melanjutkan penanganan dengan memasang instalasi listrik penerangan dan menyalurkan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak kebakaran di Kemayoran,” ujar Idy dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.
BACA JUGA:Wagub Rano Pastikan Layanan Dasar Pengungsi Kebakaran Kemayoran Terpenuhi
Idy menjelaskan, di lokasi bencana semuanya serba terbatas. Bayangkan, malam hari tanpa penerangan, anak-anak ketakutan, lansia sulit bergerak, dan warga tidak bisa beraktivitas dengan aman.
Kondisi itulah yang mendorong tim teknis BAZNAS untuk langsung terjun memasang kabel, lampu, dan sambungan listrik darurat di tenda-tenda pengungsian serta fasilitas umum sementara.
“Di lokasi bencana semua serba terbatas, termasuk akses penerangan pada malam hari. Karena itu, BAZNAS RI berupaya menghadirkan instalasi listrik penerangan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman selama masa pemulihan,” tegas Idy.
Bantuan instalasi listrik ini disambut haru oleh para pengungsi. Selama beberapa malam sebelumnya, mereka hanya mengandalkan lampu seadanya dari ponsel atau lilin darurat yang rawan memicu kebakaran susulan.
BACA JUGA:Yusril Sebut Kasus Korupsi Imigrasi yang Seret Silmy Karim Jadi Tamparan Keras bagi Pemerintah
Kini, anak-anak bisa belajar di malam hari, ibu-ibu dapat menyiapkan keperluan sehari-hari dengan aman, dan para lansia tidak takut terjatuh saat ke kamar mandi darurat.
Selain penerangan, kebutuhan perut juga menjadi perhatian utama. BAZNAS RI secara simultan terus menyalurkan bantuan makanan siap saji dalam jumlah yang signifikan.
- 1
- 2
- »





