REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek. Pasalnya, subsidi yang diberikan Jakarta untuk transportasi umum ke wilayah penyangga ibu kota itu dinilai terlalu besar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya bakal segera melakukan penyesuaian tarif untuk sejumlah rute Transjabodetabek. Salah satu rute yang tarifnya dipastikan akan disesuaikan adalah Transjabodetabek SH12 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta).
Baca Juga
Transjakarta Perpanjang Jam Operasional Rute PIK 2-Blok M Selama Java Jazz Festival
Ada Java Jazz, Jam Operasional Transjakarta PIK 2-Blok M Diperpanjang
Jakarta Percepat Penggunaan Bus Listrik, Targetkan 10 Ribu Unit EV TransJakarta pada 2030
"Untuk tarif TJ (Transjakarta) Blok M, Transjabodetabek ya, kalau itu bukan TJ, tapi Transjabodetabek, segera akan kami putuskan," kata dia di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Pramono menyampaikan bukan hanya Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta yang tarifnya bakal disesuaikan, melainkan juga sejumlah rute lainnya. Pasalnya, anggaran subsidi yang dibebankan kepada Pemprov DKI Jakarta dinilai terlalu besar untuk menanggung biaya transportasi tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Meski begitu, ia belum dapat menentukan besaran tarif Transjabodetabek setelah adanya penyesuaian. Ia mengatakan pihaknya akan memutuskan hal itu dalam waktu dekat.
"Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata dia.
Diketahui, saat ini Transjakarta memiliki 18 rute Transjabodetabek yang beroperasi menghubungkan Jakarta dengan sejumlah daerah di sekitarnya. Adapun tarif Transjabodetabek saat ini sebesar Rp 3.500.
Berdasarkan data Transjakarta, layanan Transjabodetabek pada Maret dan April 2026 digunakan oleh lebih dari 2 juta penumpang. Dari 18 rute Transjabodetabek yang ada, rute D21 (Universitas Indonesia/UI-Lebak Bulus) menjadi yang paling diminati masyarakat.
Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan jumlah penumpang layanan Transjabodetabek pada April 2026 mencapai 2.467.493 orang. Angka itu meningkat sekitar 22 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 2.021.547 penumpang.
"Hal ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin terbuka untuk beralih ke transportasi publik sebagai solusi mobilitas sehari-hari," kata dia melalui keterangannya, Jumat (22/5/2026).