OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, kondisi pasar modal saat ini dalam fase tekanan, yang bersumber dari sentimen global dan domestik.

OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, kondisi pasar modal saat ini dalam fase tekanan, yang bersumber dari sentimen global dan domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Mei 2026 ditutup di level 6.127 atau mengalami koreksi sebesar 11,92 persen secara bulanan, dan 29,14 persen secara year to date (ytd). Penurunan ini didorong oleh akumulasi jual yang dilakukan oleh investor asing.

Baca Juga:
IHSG Ditutup Turun 4,20 Persen ke 5.594 Jelang Akhir Pekan

"Pasar saham domestik mengalami fase tekanan dan konsolidasi sepanjang bulan Mei 2026. Ini di tengah masih tingginya ketidakpastian baik dari domestik maupun global," ujarnya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Hasan menjelaskan, koreksi yang terjadi sepanjang Mei ini juga disebabkan oleh adanya upaya penyesuaian portofolio oleh para investor. Kondisi ini berlanjut hingga awal Juni yang memberikan dampak terhadap volatilitas indeks.

Baca Juga:
IHSG Turun Lebih dari 3 Persen, Saham BBCA Melemah 5 Persen

Sepanjang Mei 2026, dia menyebut investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp4,1 triliun. Di samping itu, net buy investor domestik juga belum mampu menahan laju penurunan indeks sepanjang perdagangan bulan lalu.

Baca Juga:
IHSG Betah di Zona Merah, Sesi I Melemah 2,53 Persen ke 5.692

Namun, dia menilai kondisi pasar modal domestik tetap menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai. Hal ini tercermin dari likuiditas yang tetap terjaga, di mana rerata bid and ask spread pada Mei lalu terjaga di tingkat yang rendah pada level 1,5 persen.

"Ini mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap terjaga baik," kata Hasan.

Jumlah investor di pasar modal juga melanjutkan tren peningkatan, yaitu bertambah sebesar 1,26 juta investor sepanjang Mei 2026. Sehingga, jumlah investor di pasar modal saat ini berjumlah 27,75 juta atau tumbuh sekitar 36,27 persen.

Sementara itu, hingga akhir Mei tercatat nilai fundraising korporasi di pasar modal mencapai Rp68,18 triliun secara year to date (ytd). Hal tersebut menggambarkan pasar modal masih menjalankan peran sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

"Saat ini terdapat 75 rencana penawaran umum di dalam pipeline dengan nilai indikatif sebesar Rp64,26 triliun," ujar Hasan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Gaji Setara UMP dan Khusus Pemilik KTP Jakarta
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Sita Aset Rp17,5 Miliar dari Kasus Suap Izin Tinggal WNA Ditjen Imigrasi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sore yang Sibuk di GBK: Suporter Timnas, Fans Badminton, hingga Pengunjung TikTok
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Produser Lawas Cherrybelle Mendadak Buka Suara Singgung Member yang Dipecat di Tengah Konflik Sarwendah vs Ruben Onsu
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Moge hingga Porsche Diangkut KPK dari Rumah Silmy Karim
• 21 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.