Bisnis.com, JAKARTA — Waymo menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan penyimpanan energi B2U untuk memanfaatkan kembali baterai taksi otonom (robotaxi) yang telah habis masa pakainya sebagai penyimpan daya jaringan listrik (grid storage) di wilayah California dan Texas, Amerika Serikat.
Waymo merupakan perusahaan pengembang teknologi mengemudi otonom (autonomous vehicle) yang beroperasi sebagai anak perusahaan Alphabet Inc. (induk perusahaan Google).
Perusahaan ini terkenal dengan layanan taksi otonom tanpa pengemudi manusia (robotaxi) yang telah dikomersialkan di beberapa kota di Amerika Serikat, menggunakan armada kendaraan listrik seperti Jaguar I-Pace dan Zeekr.
Upaya Waymo memanfaatkan kembali baterai taksi diklaim sebagai jawaban menangani pembuangan akhir komponen dari ribuan armada robotaxi yang telah mereka sebar di berbagai penjuru Negeri Paman Sam.
Saat ini, mayoritas armada otonom yang dioperasikan Waymo merupakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) model Jaguar I-Pace, meski baru-baru ini perusahaan juga mulai menguji coba sejumlah unit minivan rakitan produsen otomotif asal China, Zeekr.
Dilansir dari Techcrunch, Jumat (5/6/2026) manajemen Waymo menyatakan kemitraan ini ditargetkan mampu menghasilkan kapasitas penyimpanan daya hingga ratusan megawatt. Kendati demikian, anak usaha Alphabet ini belum bersedia membagikan rincian spesifik mengenai lini waktu penempatan maupun nilai investasi proyek tersebut.
Baca Juga
- Taksi Autonomous Waymo Raih Pendanaan Rp268 Triliun, Siap Ekspansi ke 20 Kota
- Profil Anthony Levandowski, Bintang Teknologi Pendiri Taksi Robot Waymo yang Kekayaannya Minus US$20 Juta
- Fiat Chrysler dan Waymo Perluas Kolaborasi Mobil Otonom
Melalui kesepakatan ini, B2U memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama yang berfokus pada pemanfaatan kembali (repurposing) baterai alih-alih langsung menempuh jalur daur ulang (recycling). Tren penggunaan kembali baterai EV ini tengah mengalami pertumbuhan pesat di industri teknologi.
Sebelumnya, Redwood Materials, perusahaan daur ulang yang didirikan oleh mantan CTO Tesla JB Straubel dan ikut didanai oleh induk usaha Waymo, Alphabet, juga telah meluncurkan lini bisnis penyimpanan energi second-life serupa dengan memanfaatkan baterai-baterai kendaraan listrik bekas.
Inisiatif hijau yang diambil Waymo ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan akibat limbah baterai kendaraan listrik komersial secara signifikan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi sekunder bagi ekosistem transportasi otonom masa depan.





