Grid.ID - Kronologi ibu tega ikat balitanya di Bantul gegerkan publik. Sang ibu bahkan mengikat anak kandungnya itu dengan lakban.
Menurut penuturan polisi sosok identitas dari ibu si balita diketahui berinsial TKS (25).
Kronologi Ibu Tega Ikat Balitanya Sendiri Pakai Lakban di Bantul Ngaku Lelah
Mulanya, kasus tersebut mencuat usai korban yang berinisial ACB (3) ditemukan warga dalam kondisi kedua tangan dan kaki terikat. Berdasarkan penuturan seorang tetangga kontrakan, Abdul Baqir Zein Ikhsan, ia mengaku sempat mendengar suara tangisan anak kecil.
"Saksi 1 sedang bakar sate di depan kontrakan mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar kontrakan yang ditempati oleh korban sekitar pukul 20.00 WIB," ujar Abdul dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Jumat (5/6/2026).
Merasa ada yang janggal dan curiga, saksi kemudian menghubungi pemilik kontrakan untuk memeriksa kondisi di dalam rumah. Keduanya lalu membuka akses masuk dengan mencongkel jendela menggunakan linggis.
Dan siapa sangka, di dalam korban ditemukan sudah dalam kondisi lemas.
"Kedua tangan diikat menggunakan lakban bening dan kedua kaki diikat menggunakan lakban bening dan selendang warna merah maroon," ujar Rita selaku Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto
Ya, ACB ditemukan seorang diri di rumah kontrakan itu yang terletak di daerah Padukuhan Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul.
Tak berhenti sampai di situ, mulut korban rupanya juga ditutup dengan lakban bening. Setelahnya ibu korban meninggalkan anaknya itu sendiri di dalam kamar.
Berdasar penjelasan Rita, ibu korban melakukan hal itu lantaran ingin refresing dengan jalan-jalan melepas penat. Sementara itu, suami pelaku RF (30), merantau ke Jakarta untuk bekerja dan hanya pulang ke Yogyakarta sekitar satu kali dalam sebulan.
Ibu korban juga mengaku merasa lelah mengurus anak sendirian tanpa suami.
"Tindakan melakban tersebut tidak dipikirkan oleh pelaku risiko apa yang terjadi pada anak karena sudah terlalu capek mengurus anak sendiri. Sedangkan ayah korban atau suami pelaku kerja di Jakarta pulang ke Yogyakarta setiap sebulan sekali," kata Rita dikutip dari TribunJogja.com.
Setelahnya, terkait kasus kronologi ibu tega ikat balitanya di Bantul, polisi juga melakukan pemeriksaan ke suami pelaku yakin RF. Dan akhir dari kasus itu ayah korban memilih menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
Rita mengatakan, RF telah memaafkan istrinya dan berjanji memperbaiki kondisi rumah tangga mereka agar kejadian serupa tidak terulang.
"Suami selaku kepala rumah tangga/wali dari korban meminta agar kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Ayah kandung korban untuk saat ini memaafkan pelaku dan sanggup untuk memperbaiki rumah tangga sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi," tandas Rita. (*)
Artikel Asli




