Antisipasi Kemarau Ekstrem, Dedi Mulyadi Beri Solusi Ini untuk Wilayah Jabar, Singgung Krisis Air hingga Sampah Overload

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberi solusi untuk antisipasi kemarau ekstrem di wilayah Jawa Barat. Pria yang akrab disapa KDM itu pun menyinggung soal krisis air hingga sampah overload.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi segera memasuki musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino “Godzilla” sebagai penyebab utama kondisi ekstrem ini.

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Dampaknya, pola sirkulasi atmosfer global terganggu sehingga curah hujan di Indonesia menurun drastis.

Fenomena ini berpotensi menimbulkan musim kemarau yang lebih panjang, kering, dan disertai suhu udara tinggi. Untuk mengantisipasi masalah itu, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberi solusi penting untuk wilayah Jabar.

Solusi itu diberikan Dedi Mulyadi saat memimpin rapat koordinasi penanganan persampahan dan mitigasi dampak kemarau panjang di wilayah Jabar tahun 2026. Rakor itu digelar di Markas Besar TNI AD, Kamis (4/6/2026).

Di rapat itu, Dedi membahas dua agenda penting dalam rakor itu, yakni ancaman penumpukan sampah, karena kapasitas TPA Sarimukti maksimal hanya mampu menampung sampah dalam waktu enam bulan lagi. Kedua, Dedi membahas soal musim kemarau di Jabar pada tahun ini yang diprediksi akan cukup panjang, karena munculnya el nino.

"Jabar ini salahsatu wilayah yang akan terdampak fenomena el nino ekstrem atau el nino Godzila. Kami harus antisipasi dampak kemarau panjang ini, kekeringan bahkan kebakaran," ujarnya dilansir TribunJabar.ID. 

"Informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jabar akan terjadi Agustus dan September."

"Saya meminta masukan dan informasi dari bupati walikota, memetakan penanganan masalah," ujar Mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Dedu meminta langkah antisipasi harus dilakukan secepatnya tanpa menunggu bencana muncul terlebih dahulu. Langkah yang harus dilakukan secepatnya, yaitu mendata wilayah yang selalu kesulitan air saat kemarau agar kebutuhan harian dan pertanian terpenuhi.

 Setelah itu, ia ingin agar pembangunan jaringan air bersih segera dilakukan, terutama di desa langganan kekeringan.

"Siapkan mobilisasi air dari sumber air menggunakan mobil tangki. Ini perlu dukungan dan kerjasama dengan TNI dan pengusaha air kemasan."

"Percepat pembangunan jaringan air bersih dan siapkan toren penampung air di setiap desa langganan kekeringan, harus sudah dimulai agar tidak ada rebutan air," ujarnya.

Sementara itu, terkait penanganan sampah, Gubernur mendukung rencana TNI untuk membangun pengolahan sampah berbasis waste to fuel. Melalui metode Pirolisis, sampah plastik akan diolah menjadi bahan bakar (BBM).

"Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat terancam tidak dapat membuang sampah ke Sarimukti yang bakal penuh enam bulan ke depan."

"Sehingga perlu berbagai upaya pengurangan pembuangan sampah dan pengurangan sampah eksisting yang menumpuk di TPA, salah satunya melalui teknologi yang dipakai TNI," ujar KDM.

Upaya yang sama juga perlu dilakukan untuk wilayah Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Tasikmalaya.

"Provinsi fokus di tiga hal pada APBD perubahan yakni jalan desa, PJU desa dan air bersih serta pengelolaan sampah," katanya.

Sekadar informasi, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, membenarkan bahwa musim kemarau ekstrem tahun ini akan datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan lebih kering akibat pengaruh El Nino. Ia menyebutkan bahwa wilayah pantai utara Jawa Barat sudah mulai merasakan dampak kemarau sejak Juni, dan kondisi ini akan meluas ke seluruh wilayah pada Juli hingga Oktober.

"Tahun ini kemarau datang lebih cepat, lebih panjang dan lebih kering karena fenomena El Nino. Juni ini di Pantura sudah terasa, dan Juli hingga Oktober akan merata di Jabar, di mana puncaknya di Agustus dan September," ujarnya dilansir Kompas.com. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Sekadar Rutinitas, Simak Bacaan, Arti, dan Keutamaan Doa Bercermin
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelni Tanjungpinang Ajak Warga Manfaatkan Diskon Tiket Libur Sekolah
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terombang-ambing di Laut Selama 7 Hari, Kulit Terbakar Karena Sengatan Matahari Hingga Bernanah, Seorang Pria Bertahan Hidup dengan Memakan Kepiting Kecil
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Simak! Ini Rekayasa Lalin saat Ada Yellow Run di GBK-Bundaran HI Besok Pagi
• 4 jam laludetik.com
thumb
Rupiah Diproyeksi Masih di Kisaran Rp 18.000 Pekan Depan, Ekonom Sarankan Ini
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.