Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras Hingga SDM

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, DISWAY.ID -- Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Bandung dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 11 Bandung, Jawa Barat, Jum'at, 5 Juni 2026.

Kedatangan Nuzran bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tindak lanjut hasil kajian Ombudsman terkait regulasi, kebijakan, serta tata kelola Sekolah Rakyat yang telah disampaikan pada tahun sebelumnya.

"Kita ingin melihat secara langsung dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo tentang Sekolah Rakyat. Ombudsman hadir dalam rangka ikut memberikan pengawasan eksternal terhadap pelayanan publik karena ini adalah kebijakan yang luar biasa," kata Nuzran.

BACA JUGA:Pemerintah Dorong Percepatan Reforma Agraria, Sengketa Lahan Puluhan Tahun Segera Diselesaikan

Kunjungan diawali dengan pertemuan dan diskusi bersama Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung, Kepala Sentra Wyata Guna Bandung Feri Afrianto,

Kepala SRMP 9 Bandung, Kepala SRMA 11 Bandung, guru, tenaga kependidikan, dan stakeholder terkait lainnya.

Setelah itu, rombongan meninjau langsung sarana prasarana Sekolah Rakyat, mulai dari ruang guru, kelas, hingga asrama. Pada kesempatan itu, Nuzran juga sempat berdialog dengan beberapa siswa.

Nuzran menjelaskan bahwa Kemensos telah melakukan perbaikan-perbaikan atas saran dan masukan yang disampaikan oleh Ombudsman, terutama dalam tata kelola seperti Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasana, dan kurikulum.

BACA JUGA:Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Kesadaran Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli

"Ada delapan, beberapa item saran sudah dilaksanakan oleh pihak Kemensos, terkait dengan tata kelola, terutama dengan sumber daya manusia, sarpras dan kurikulum, dan kita kemarin sudah melihat perbaikan itu sehingga hari ini kami monitoring," jelasnya.

Berdasarkan hasil kunjungannya, Nuzran menyampaikan beberapa masukan seperti dalam pencegahan maladministrasi, rekrutmen SDM, hingga pengusulan lahan Sekolah Rakyat permanen.

"Ombudsman ingin melakukan penguatan untuk Kemensos dalam hal tata kelola, supaya dari awal kita dihulunya untuk memberikan saran, supaya nanti di hilir ini jangan terjadi masalah, jangan terjadi maladministrasi," ujar Nuzran 

Kemudian, Nuzran juga menyoroti soal perekrutan SDM guru dan tenaga kependidikan yang saat ini tengah berlangsung.

BACA JUGA:Tak Pandang Bulu! Kejagung Siap Usut SPPG Terafiliasi TNI-Polri dalam Skandal Korupsi MBG

"Yang kedua, kita nanti akan juga memberikan beberapa masukan terkait nanti masalah rekrutmen tenaga pendidik. Karena ini sedang berlangsung, karena ke depan nanti ada (kurang lebih) 30 ribu siswa yang akan masuk," ungkapnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketum Partai Buruh Said Iqbal Disebut Bakal Masuk Kabinet, Mensesneg: Sedang Didiskusikan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Usut Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom, Kerugian Negara Ditaksir Hampir Rp2 Triliun
• 23 jam laluokezone.com
thumb
MPR: Keberagaman yang Terjaga Cegah Radikalisme dan Polarisasi Sosial!
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Jawaban Kuasa Hukum Silmy Karim saat Ditanya Opsi Praperadilan: Bisa Dipertimbangkan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Rusia kaji pemberlakuan bebas visa untuk Indonesia
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.