Trump Klaim Stok Rudal Iran Kini Hanya Tinggal 22 Persen

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah kehilangan sebagian besar kapasitas produksi rudal dan drone setelah serangan militer yang berlangsung sejak Februari lalu.

Dalam wawancara dengan NBC News yang kutipannya dirilis pada Jumat, Trump mengatakan fasilitas produksi drone, peluncur rudal, dan area manufaktur persenjataan Iran sebagian besar telah dihancurkan.

“Sebagian besar pabrik drone mereka telah dihancurkan, sebagian besar landasan peluncuran mereka telah dihancurkan, dan sebagian besar area manufaktur rudal mereka telah dihancurkan,” kata Trump.

Ia menambahkan Iran kini diperkirakan hanya memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari stok rudal yang sebelumnya dimiliki.

“Mereka masih memiliki kapasitas. Mereka masih punya beberapa rudal dan drone,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu, 6 Juni 2026.

“Saya kira secara persentase, mungkin tinggal 21-22% dari rudal mereka. Itu masih banyak rudal, tetapi tidak seperti saat pertama kali kami menyerang,” lanjut Trump.

Trump juga menyinggung lambatnya proses tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari lalu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Negosiasi AS-Iran Menurut Trump, Iran belum menyetujui kesepakatan karena faktor kebanggaan nasional dan tekanan politik internal. “Mereka bangga, dan ada hal-hal yang tidak pernah mereka bayangkan harus mereka lakukan yang sekarang harus mereka lakukan,” katanya.

“Mereka tidak punya pilihan, tetapi semua ini membutuhkan waktu,” tambah Trump.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga ditanya mengenai kegagalannya mencapai kesepakatan baru setelah menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Iran pada masa jabatan pertamanya.

Menanggapi hal itu, Trump mengatakan proses negosiasi dengan Iran membutuhkan waktu panjang karena konflik dan ketegangan yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Hal-hal seperti ini membutuhkan waktu bertahun-tahun. Orang-orang ini sudah bertarung selama 47 tahun,” ujarnya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah aset dan sekutu AS di kawasan Teluk.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, namun hingga kini negosiasi untuk mencapai penyelesaian permanen masih terus berlangsung.

Baca juga:  Araghchi Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz Jadi Kewenangan Iran dan Oman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yes! Timnas Indonesia Putus Rekor 38 Tahun Tak Bisa Kalahkan Oman: Berpesta Gol di GBK
• 19 jam lalubola.com
thumb
Sidang Kabinet Akan Putuskan Skema Bagi Hasil Minerba Ala Migas yang Dikaji Pemerintah
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Massa BEM SI Segel Kantor BI Jateng
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Emil Audero Lakukan Save Berkelas saat Indonesia Hadapi Oman
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Evaluasi MBG, Ahli Nutrisi: Kedepankan Ahli Gizi dan Libatkan Kantin Sekolah
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.