BI-Pemerintah Janji Bikin Yield Investasi RI Menarik, Sinyal BI Rate Naik Lagi?

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal dengan menyiapkan instrumen investasi yang lebih menarik bagi investor. Langkah Ini diambil untuk mendorong masuknya kembali aliran modal asing sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penguatan koordinasi fiskal dan moneter saat ini difokuskan pada upaya stabilisasi rupiah di tengah ketidakpastian global dan masih tingginya suku bunga di sejumlah negara maju yang memicu arus keluar modal dari pasar keuangan domestik.

“Yang pertama adalah meningkatkan daya tarik atau imbal hasil, supaya portfolio inflows kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri memang itu ada outflow, ada saham dan SBN, dan juga kecil di SRBI,” kata Perry dalam konferensi pers bersama DPR dan pemerintah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).

Ia menuturkan, BI dan pemerintah telah menyepakati langkah bersama untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen investasi domestik agar aliran dana asing kembali masuk ke Indonesia dalam jumlah lebih besar.

“Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” katanya.

Selain meningkatkan daya tarik investasi, langkah lain yang dilakukan yakni dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Salah satunya melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI dengan peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan bank sentral kepada pemerintah.

Perry menjelaskan langkah tersebut memungkinkan operasi moneter BI tetap efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung pengelolaan fiskal pemerintah.

“Dengan demikian operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sementara operasi fiskalnya juga mendukung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan fiskal negara berada dalam kondisi yang sangat baik. 

Di sisi lain, ia menegaskan pemerintah akan terus mempererat koordinasi dengan BI agar dampak kebijakan terhadap perekonomian semakin optimal.

“Kami akan mendukung bank sentral, memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron sehingga dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” kata Purbaya.

Menurutnya, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap rupiah sehingga tekanan terhadap nilai tukar dapat mereda.

ia berharap stabilitas rupah berdampak langsung bagi masyarakat terutama pelaku usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor. Pelemahan rupiah ini berakibat pada bertambahnya biaya produksi sejumlah pelaku usaha, termasuk pedagang tahu dan tempe yang menggunakan bahan baku impor. 

“Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah itu,” kata Purbaya.

Kenaikan BI Rate

Bank Indonesia sebelumnya menaikkan suku bunga acuan 50 bps ke level 5,25 % dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Mei 2026. Keputusan ini diambil untuk memberikan imbal hasil yang menarik kepada investor di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang melemah ke level 17.700 per dolar AS.

Suku bunga deposit facility diputuskan naik menjadi 4,25% dan lending facility tetap sebesar 6%.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah dan langkah preemptive menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 sesuai sasaran," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (20/5).

BI mencatat, nilai tukar rupiah pada 19 mei berada di level 17.700 per dolar AS, melemah 2,2% dibandingkan akhir April 2026. Namun, Bank Sentral meyakini nilai tukar rupiah akan tetap stabi dan cenderung menguat didukung komitmen BI, imbal hasil yang menarik, dan prospek ekonomi Indonesia yang baik.

Perry menjelaskan, terdapat potensi kenaikan inflasi seiring pelemahan rupiah atau imported inflation. Selain itu, harga energi yang tidak disubsidi juga berpotensi naik seiring kenaikan harga minyak dunia. 

Meski demikian, BI memastikan akan menjaga  inflasi pada tahun ini dan tahun depan level 2,5%. 

Sejumlah analis sebelumnya juga memproyeksi Bank Indonesia masih akan mengerek suku bunga acuannya hingga 50 bps sebelum akhir tahun ini.

Senior Economist DBS Research Group Radhika Rao memperkirakan masih ada ruang kenaikan suku bunga tambahan sebesar 50 basis poin pada paruh kedua 2026 sehingga BI Rate berpotensi mencapai 5,75%. Pelemahan rupiah yang  masih terjadi meski intervensi terus dilakukan, penurunan cadangan devisa, serta melebarnya spread terhadap SRBI akan menjadi dasar bagi BI untuk melakukan pengetatan lebih lanjut.

Kepala Ekonom BCA David Sumual juga melihat keputusan BI yang menaikkan suku bunga hingga pembatasan pembelian valuta asing sebagai sinyal bahwa risiko terhadap inflasi dan nilai tukar masih tinggi.

"Ekspektasi inflasi meningkat ke depan, kebijakan BI antisipatif dan ahead of the curve," ujar David kepada Katadata.co.id. 

BCA dalam risetnya juga menyebut, kebijakan BI sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan inflasi akibat penyesuaian harga BBM, gangguan pasokan terkait El Niño, dan imported inflation

Tim riset BCA juga memperkirakan suku bunga BI masih akan naik 50 bps pada tahun ini seiring tekanan yang masih akan berlanjut.  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putin Ogah Ketemu Zelenskyy untuk Akhiri Perang di Ukraina, Presiden Rusia: Tak Ada Gunanya
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Mensesneg Sebut Belum Ada Rencana Pengisian Kursi Kosong Wamen
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Rangkaian Milad ke-63 dan Semarak 1 Muharram, Unismuh Makassar Gelar Jalan Sehat Gratis untuk Umum
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Minta Bea Cukai Kerja 24 Jam, Target Kontainer Numpuk Sisa 500
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korea Selatan Harap Tiongkok Berperan Konstruktif Jelang Kunjungan Xi ke Korea Utara
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.