Ketahuan Rangkap ASN, Ketua Bawaslu Tambrauw Dipecat DKPP

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita


JAKARTA, KOMPAS.com -
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan tetap Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw, Johannis P.M. Mayambouw karena terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu, Jumat (5/6/2026).

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Johannis P.M. Mayambouw selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata Ketua Majelis, Heddy Lugito, dikutip dari siaran pers, Sabtu (6/6/2026).

Johannis diberhentikan setelah terbukti masih berstatus aparatur sipil negara (ASN) saat menjabat sebagai Ketua Bawaslu Tambrauw.

Baca juga: Terbukti Langgar Etik, DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw Johannis dan Anggota KPU OKU Sunarko

Dalam persidangan, DKPP menemukan Johannis tetap tercatat sebagai ASN aktif dan bahkan dilantik sebagai Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Tambrauw pada 30 Desember 2025.

Fakta tersebut diperkuat oleh keterangan Badan Kepegawaian Negara (BKN), BKDPSDM Kabupaten Tambrauw.

Selain itu, bendahara pengeluaran BPKD yang menyatakan Johannis masih menerima gaji ASN selama menjabat sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw.

Baca juga: DKPP Berhentikan Tiga Penyelenggara Pemilu

DKPP menilai Johannis telah melanggar ketentuan Pasal 117 ayat (1) huruf j dan m Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lebih lanjut, perbuatan teradu juga mencederai prinsip profesionalitas karena tidak memelihara dan menjaga kehormatan lembaga Penyelenggara Pemilu.

"Serta tidak mencegah penyalahgunaan tugas, wewenang, dan jabatan, baik langsung maupun tidak langsung,” ungkap Anggota Majelis Ratna Dewi Pettalolo.

Baca juga: Eks Ketua KPU: Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Sisakan 5 Ketidakadilan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Peneleh ke Istana: Jejak Gemblengan Tjokroaminoto pada Sukarno
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Pacu Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Wamendagri Bima Arya: Masa Depan Jakarta Terletak pada Integrasi Aglomerasi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Upaya Pemprov Jakarta Benahi RW Kumuh: Peningkatan Kualitas Permukiman hingga Peremajaan
• 16 menit lalukompas.com
thumb
PNM Tanam 27.000 Pohon dan Salurkan Pakaian serta Buku untuk Dukung Pemberdayaan Berkelanjutan
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.