JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan "pulau sampah" di pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah tertangani.
Pramono mengatakan, pembersihan tumpukan sampah hingga ldi pesisir laut tersebut membutuhkan waktu lebih dari 3 hari.
BACA JUGA:Shin Tae-yong Dikabarkan Bakal Jadi Pelatih Persija Jakarta Musim Depan? Ini Bocorannya!
Diketahui, tumpukan sampah di pesisir Muara Angke tersebut viral di media sosial (medsos).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakut_update, terlihat sampah yang menumpuk di pesisir pantai Muara Angke sampai menyerupai pulau buatan.
"Jadi yang di pesisir Muara Angke dalam waktu tiga setengah hari kemarin sudah kita bersihkan," kata Pramono di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu, 7 Juni 2026.
Pramono tidak ingin hal seperti ini terjadi kembali. Dia memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk membersihkan secara rutin.
BACA JUGA:LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Ambil Peran Strategis di Industri Gula Nasional
"Jadi tidak, tidak seperti yang kemarin terjadi penumpukan," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebut jika sebagian sampah yang menumpuk di pesisir laut Muara Angke, berasal dari Tangerang dan Bekasi.
"Sampah ini tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga kiriman dari wilayah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi," kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto dalam keterangannya pada Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, sampah tersebut terbawa aliran dari 12 sungai yang bermuara ke laut.
BACA JUGA:Asal Muasal Pulau Sampah di Laut Muara Angke, Disebut Berasal dari Tangerang dan Bekasi
Selain itu, fenomena musim angin barat turut menyebabkan sampah terbawa arus dan menumpuk di kawasan pesisir.
"Hempasan ombak dan angin mendorong material sampah tersebut hingga menumpuk di kawasan ini," terangnya.
- 1
- 2
- »





