Grid.ID - Bocah SD di Sragen tewas bersimbah darah di rumahnya. Sang ibu yang pertama kali menemukan anaknya, singgung soal gembok yang tak terkunci.
Seorang anak perempuan bernama Bilqis Rajiansyah (11) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (5/6/2026). Tak hanya itu, sebuah sepeda motor Honda Vario dan satu buah handphone merek OPPO juga raib.
Bilqis pertama kali ditemukan oleh sang ibu, Dewi Lestari (34) yang baru pulang bekerja dari pabrik pada Jumat sore. Saat tiba di rumah, Dewi melihat ada sesuatu yang janggal.
Ibu korban ceritakan kronologi ditemukannya bocah SD di Sragen tewas bersimbah darah di rumah. Awalnya, Dewi melihat gembok rumah berada di luar pintu, namun dalam kondisi tidak terkunci.
Saat masuk ke rumah, ia menemukan kunci gembok tersebut berada di atas meja. Kemudian, Dewi memanggil putrinya, namun tidak ada jawaban.
Dewi mengira putrinya tengah tidur lantaran ia melihat bocah tersebut terbaring di atas kasur dengan selimut menutupi setengah badannya. Namun saat mendekat, Dewi melihat ada bercak darah di bagian kaki dan seprai.
"Saat saya buka, saya melihat ada darah di bagian kaki dan seprainya," kata Dewi dikutip dari Tribun Solo.
Ketika diperiksa, bocah yang masih mengenakan seragam pramuka itu rupanya sudah tidak bernyawa. Sang ibu pun panik melihat banyak luka serius di beberapa bagian tubuh anaknya, termasuk wajah yang rusak akibat luka bacok.
"Saat saya membaringkan, wajahnya sudah rusak karena dibacok. Jarinya ada yang terpotong dan di lengan juga ada luka. Kemudian saya nyalakan lampu," tuturnya.
Posisi tubuh anaknya saat itu dalam keadaan miring dan kepalanya sedikit tertunduk ke bawah. Sekilas, Bilqis tampak seperti tertidur.
Melihat tubuh putrinya banyak luka hingga bersimbah darah, Dewi pun menyadari anaknya meninggal akibat kekerasan. Ia pun berlari ke luar rumah untuk meminta pertolongan warga.
"Setelah itu saya keluar minta tolong warga, tetapi tidak ada yang dengar dan tidak ada yang keluar," ujarnya.
Setelah beberapa saat mencari bantuan, akhirnya ada beberapa warga yang mendengar permintaan tolong Dewi. Mereka pun berdatangan ke lokasi kejadian dan peristiwa ini akhirnya membuat desa tersebut gempar.
Pemeriksaan Polisi
Usai peristiwa bocah di Sragen tewas bersimbah darah, polisi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu jasad korban dibawa ke RSUD dr. Soehardi Prijonegoro Sragen untuk diperiksa.
Dari pemeriksaan luar, polisi menemukan adanya luka bekas kekerasan pada tubuh korban hingga menyebabkan meninggal dunia.
"Yang jelas kita temukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun demikian, motif daripada kejadian ini akan menjadi pendalaman kami," ujar Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno, dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut, dari kondisi luka yang sudah mengering saat ditemukan, diduga peristiwa pembunuhan terjadi sekira pukul 10.00 sampai 10.30 WIB. Pada waktu tersebut, lingkungan di sekitar lokasi kejadian sepi, warga tidak ada yang beraktivitas di sekitar rumah Bilqis, sehingga tidak ada yang mengetahui kejadian tragis tersebut.
Atas peristiwa ini, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada polisi. Mereka berharap kasus ini dapat terungkap secara terang benderang dan pelaku dapat dihukum setimpal.
Hingga kini polisi telah memeriksa sejumlah saksi, barang bukti dan mengumpulkan berbagai informasi untuk mendalami penyelidikan kasus bocah SD di Sragen tewas bersimbah darah. (*)
Artikel Asli




