Praktik Culas Imigrasi, IM57+ Institute: Eks Menteri Yasonna Seharusnya Tahu

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eks Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly sejatinya dinilai mengetahui kasus korupsi Imigrasi. Sebab kasus itu terjadi ketika Yasonna menjadi atasan dari para tersangka.

Hal itu dikatakan Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito menanggapi isu dugaan berkembangnya kasus OTT Imipas pada rentang waktu era Yasonna Laoly.

Baca Juga
  • Viral Paspor Berserakan di Kawasan Halte BSD Tangerang, Ini Faktanya Kata Imigrasi
  • Barantin Perkuat Standar Laboratorium Karantina untuk Tingkatkan Pengawasan Penyakit Hewan
  • Eks Menkumham Yasonna Laoly akan Dipanggil terkait Kasus Imigrasi? Ini Jawaban KPK

"Menjadi pertanyaan karena seharusnya Menteri Yasonna Laoly mengetahui tindak pidana ini terjadi di bawah kepemimpinannya," kata Lakso kepada Republika, Senin (8/6/2026).

Lakso merasa heran kalau kasus ini lolos dari pantauan Yasonna ketika menjabat Menkumham. Sebab kasus ini dilakukan secara sistematis dan melibatkan berbagai pihak lintas jabatan dan kedudukan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Ini adalah korupsi sistemis yang dibiarkan. KPK harus berani mengungkap ini secara tuntas untuk menghindari terus terjadinya tindak pidana ini secara berulang," ujar Lakso.

Berdasarkan pengalamannya, Lakso menduga praktek culas di Imigrasi ini sudah berlangsung lama. Lakso mendasarinya dari modus yang terungkap oleh KPK. Sehingga Lakso menyakini telah terbangun sindikat yang melakukan praktek pungutan liar tersebut.

"Hal tersebut melihat pada tersrukturnya pola korupsi sehingga ada jatah mingguan yang diberikan," ujar Lakso.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perangi Narkoba, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Patroli Gabungan di Asahan
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Call Center PT Syaftraco
• 23 jam laluptsyaftraco.co
thumb
Sektor Kesehatan Mulai Andalkan AI untuk Pangkas Waktu Layanan
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
SIM Keliling Jakarta Hari Ini 8 Juni 2026: Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan, Buka hingga Siang!
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Richard Lee Bakal Berhadapan dengan 7 Jaksa Penuntut Umum di Sidang Kasus Dugaan Pelanggaran Perlindungan Konsumen
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.