Jakarta: Piala Dunia 2026 menjadi hajatan terbesar kompetisi olahraga sepak bola. Selain menjadi ajang bagi para pemain terbaik dunia, kompetisi ini juga menjadi panggung bagi pelatih-pelatih papan atas yang dipercaya memimpin tim nasional masing-masing.
Menariknya, sejumlah federasi sepak bola rela mengeluarkan dana tak murah untuk mendatangkan pelatih sarat pengalaman dan prestasi kelas dunia. Nilai kontrak yang diterima para pelatih tersebut bahkan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
Berikut lima pelatih dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2026.
Baca Juga :
Wesley Franca Cedera, Carlo Ancelotti Panggil Gelandang Atalanta Ederson ke Skuad Piala Dunia1. Carlo Ancelotti (Brasil) Rp199,8 Miliar per Tahun
Nama Carlo Ancelotti menempati posisi pertama. Pelatih asal Italia itu merupakan salah satu juru taktik paling sukses di kancah sepakbola Eropa.
Setelah sukses meraih berbagai prestasi bersama klub-klub elite Eropa, Ancelotti kini menghadapi tantangan baru bersama Timnas Brasil yang tengah memburu misi sulit memburu gelar keenam. Karier kepelatihannya dimulai pada pertengahan 1990-an sebelum mencapai puncak bersama sejumlah klub besar seperti AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, dan Real Madrid.
Ancelotti tercatat sebagai pelatih pertama yang berhasil menjuarai lima liga top Eropa, di Italia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol. Prestasi paling gemilangnya adalah keberhasilan meraih lima trofi Liga Champions UEFA, dua bersama AC Milan dan tiga bersama Real Madrid.
Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti. (Foto: Instagram@mrancelotti)
2. Thomas Tuchel (Inggris) – Rp122,4 Miliar per Tahun
Juru taktik asal Jerman ini dikenal dengan pendekatan taktis yang terperinci dan fleksibel. Kariernya melambung saat menangani Borussia Dortmund sebelum melanjutkan petualangan bersama PSG, Chelsea, dan Bayern Munchen.
Meski sempat mendapatkan penolakan saat penunjukannya, yang dianggap melanggar tradisi The Three Lions ditukangi pelatih asli Inggris di setiap Piala Dunia. Terlebih Jerman adalah musuh bebuyutan Inggris di Piala Dunia.
Puncak prestasinya terjadi ketika membawa Chelsea menjuarai Liga Champions UEFA musim 2020/2021 setelah mengalahkan Manchester City di babak final. Selain Liga Champions, Tuchel juga memenangkan Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA bersama Chelsea.
Federasi Sepak Bola Inggris menaruh harapan besar kepada Tuchel untuk mengakhiri penantian panjang The Three Lions yang terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966. Akankah Football is Coming Home akan benar terwujud?
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel (X: @FCBayern)
3. Mauricio Pochettino (Amerika Serikat) Rp109,59 Miliar per Tahun
Tuan rumah Amerika Serikat mempercayakan kursi pelatih kepada Mauricio Pochettino. Pelatih asal Argentina itu dikenal luas berkat keberhasilannya membangun tim yang kompetitif bersama Tottenham Hotspur.
Di bawah kepemimpinannya, Tottenham mampu menembus final Liga Champions UEFA 2019, pencapaian terbaik dalam sejarah klub tersebut.
Pochettino kemudian melatih Paris Saint-Germain dan berhasil mempersembahkan gelar Ligue 1 Prancis. Ia juga sempat menangani Chelsea sebelum menerima tantangaN menukangi tim nasional Amerika Serikat.
Dengan status sebagai tuan rumah, ekspektasi terhadap Pochettino sangat tinggi. Ia diharapkan mampu membawa Amerika Serikat melangkah jauh di hadapan pendukung sendiri.
Mauricio Pochettino-Foto Instagram
Julian Nagelsmann menjadi representasi generasi baru jajaran pelatih elite dunia. Paling muda di antara para pesaingnya, Nagelsmann sudah pernah menangani klub-klub besar seperti Hoffenheim, RB Leipzig, dan Bayern Munchen.
Ia dikenal sebagai pelatih yang berani bereksperimen dengan berbagai taktik permainan modern yang enak ditonton. Bersama Bayern Munchen, Nagelsmann berhasil meraih gelar Bundesliga Jerman.
Sementara bersama Timnas Jerman, ia mulai membangun fondasi baru dengan pemain-pemain muda setelah kegagalan Die Mannschaft pada beberapa turnamen besar sebelumnya.
Jerman berharap sentuhan taktis Nagelsmann mampu mengembalikan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dan meraih gelar kelimanya.
Instagram Julian Nagelsmann @julian.nagelsmann
5. Fabio Cannavaro (Uzbekistan) Rp84,83 Miliar per Tahun
Nama Fabio Cannavaro menjadi kejutan dalam daftar ini. Legenda sepak bola Italia yang pernah meraih Ballon d'Or 2006 tersebut kini dipercaya memimpin Timnas Uzbekistan yang pertama kalinya tampil di Piala Dunia.
Karier kepelatihan Cannavaro berkembang terutama di Asia. Ia pernah menangani sejumlah klub besar di Tiongkok dan sukses mempersembahkan gelar Liga Super Tiongkok bersama Guangzhou Evergrande.
Meskipun rekam jejak kepelatihannya belum sekaliber karier bermainnya, pengalaman internasional dan sosok Cannavaro menjadi modal berharga bagi Uzbekistan untuk bersaing di panggung dunia.
Kehadirannya juga menunjukkan semakin besarnya investasi federasi-federasi sepak bola Asia dalam membangun tim nasional yang kompetitif.
Fabio Cannavaro. (Photo by Daniela Porcelli / SPP/Sipa USA)
Besarnya gaji para pelatih tersebut mencerminkan tingginya ekspektasi yang dihadapi setiap negara menjelang Piala Dunia 2026.
Di level tertinggi sepak bola internasional, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga kemampuan pelatih dalam meracik dan meramu strategi, mengelola ruang ganti, dan mengambil keputusan pada momen-momen krusial.
Carlo Ancelotti, Thomas Tuchel, Mauricio Pochettino, Julian Nagelsmann, dan Fabio Cannavaro datang ke Piala Dunia 2026 dengan latar belakang serta filosofi yang berbeda. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, membawa negara yang dilatihnya melangkah sejauh mungkin.




