Rupiah Tertekan, Sukarelawan: Prabowo Sedang Perang Melawan Mafia Ekonomi

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Jarnas Prabowo-Gibran H. Nasarudin menilai berbagai langkah yang ditempuh presiden dalam membenahi sektor strategis, merupakan bagian dari upaya besar memberantas mafia ekonomi dan sumber daya alam (SDA).

Menurut Nasarudin, pembenahan tata kelola kekayaan nasional akan memunculkan berbagai bentuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Bakal Lantik Pimpinan BGN Hingga Said Iqbal Hari Ini

"Presiden Prabowo sedang memimpin perang besar melawan mafia ekonomi dan mafia sumber daya alam. Ketika negara mulai membenahi tata kelola kekayaan nasional, memperkuat penerimaan negara, dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, tentu akan muncul berbagai bentuk perlawanan," kata Nasarudin di Jakarta, Senin (8/6).

Dia menyoroti tiga sektor SDA yang selama ini menjadi penyumbang devisa besar, yakni crude palm oil (CPO), batu bara, dan mineral.

BACA JUGA: Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188, Menaker Yassierli Bawa Pesan Prabowo

Menurutnya, pemerintah kini memperketat pengawasan ekspor sekaligus menindak praktik under invoicing, atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya yang dinilai merugikan negara.

Di sektor sawit, penertiban juga dilakukan terhadap perkebunan yang berada di kawasan hutan maupun yang belum memenuhi kewajiban kepada negara.

BACA JUGA: Sukarelawan Prabowo Desak Percepatan Eksekusi Program Prioritas Pemerintah

Nasarudin menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan tata kelola SDA yang lebih adil, sehingga manfaat kekayaan alam dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dia juga mendukung kebijakan pemerintah yang tidak menjadikan utang luar negeri sebagai solusi utama pembangunan.

"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah yang tidak ingin menjadikan utang luar negeri sebagai solusi utama pembangunan."

"Bangsa ini memiliki sumber daya yang sangat besar dan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri," ujarnya.

Selain itu, Nasarudin mendorong pemerintah mempercepat repatriasi dana dan aset warga negara Indonesia yang berada di luar negeri melalui berbagai insentif.

Menurut dia, modal nasional perlu diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Meski nilai tukar rupiah menghadapi tekanan, Nasarudin menilai pemerintah masih mampu menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi BBM dan LPG, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Dia juga menyebut program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo, mulai memberikan dampak terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

"Rakyat masih bisa merasakan kehadiran negara," katanya.

Nasarudin turut mengapresiasi konsolidasi tim ekonomi pemerintah dan peran Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam menjaga koordinasi lintas sektor.

Dia mengajak seluruh elemen bangsa mendukung berbagai upaya pembenahan yang sedang dilakukan pemerintah.

"Ini bukan hanya perjuangan Presiden Prabowo, tetapi perjuangan seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional," tutup Nasarudin.(kkp/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sukarelawan Prabowo Menjerit, Merasa Dikhianati!


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stella Christie Sebut Jakarta Harus Bertumpu pada Sains dan Teknologi untuk Jadi Kota Global
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Daftar Harga BBM Terbaru di Seluruh SPBU per 8 Juni 2026, Ada yang Turun
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Terbongkar! Rumah di Semarang Jadi Markas Love Scamming Internasional, 4 WNA Tiongkok Diciduk
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Operasi Penertiban Parkir di Jakarta Dimulai: Buru Jukir Liar-Cabut Pentil
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Diminta Fans Bantu Sarwendah Klarifikasi, Respons Tak Terduga Jordi Onsu Jadi Sorotan
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.