Mendag Budi Santoso Saksikan Penandatanganan MoU Imbal Dagang Indonesia-Filipina Bernilai Rp6,29 Triliun per Tahun

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) imbal dagang tripartit antara pelaku usaha Indonesia dan Filipina dengan potensi transaksi mencapai 350 juta dolar AS atau sekitar Rp6,29 triliun per tahun.

Budi Santoso menyatakan skema imbal dagang menjadi langkah strategis untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian perdagangan global sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembayaran tunai menggunakan dolar AS.

Ia mengungkapkan, "Skema imbal dagang yang terstruktur dengan baik dapat menjadi instrumen perdagangan di tengah ketidakpastian perdagangan global dan tekanan mata uang saat ini. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan bimbingan regulasi serta fasilitasi perdagangan bagi pelaku usaha Indonesia."

Menurut Budi, skema tersebut juga menjadi instrumen yang efektif untuk menghemat cadangan devisa negara.

Dua Kesepakatan Imbal Dagang Tripartit

Pada penandatanganan tersebut, terdapat dua MoU imbal dagang tripartit yang masing-masing melibatkan tiga pihak dalam satu transaksi perdagangan.

MoU pertama melibatkan Asian Pyrochem Technologies dari Filipina, PT Trade Barter Indonesia, dan Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia.

Dalam kesepakatan tersebut, para pihak menyepakati pertukaran serat abaka mentah dari Filipina dengan produk tekstil jadi dari Indonesia.

Nilai transaksi dalam MoU pertama mencapai 50 juta dolar AS per tahun.

Serat abaka merupakan bahan baku yang banyak digunakan dalam industri tekstil dan berbagai produk serat lainnya.

MoU kedua melibatkan Asian Pyrochem Technologies, PT Trade Barter Indonesia, dan PT Krakatau Global Trading.

Dalam MoU kedua disepakati pertukaran produk baja dari Indonesia dengan bijih besi dari Filipina.

Bijih besi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi Krakatau Steel.

Nilai transaksi dalam MoU kedua mencapai 300 juta dolar AS per tahun.

Total nilai kedua kesepakatan mencapai 350 juta dolar AS atau sekitar Rp6,29 triliun per tahun.

Budi mengatakan, "Kedua proyek ini menunjukkan komitmen pelaku usaha Indonesia dan Filipina untuk menghadirkan solusi perdagangan yang inovatif dan saling menguntungkan. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat rantai pasok industri dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang."

Perkuat Hubungan Dagang dan Rantai Pasok Industri

Selain penandatanganan MoU, delegasi Filipina juga mengikuti kegiatan penjajakan bisnis (business matching) dengan eksportir dan produsen Indonesia.

Kegiatan tersebut bertujuan memperluas peluang kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Filipina.

Produk yang dipromosikan dalam kegiatan business matching meliputi bahan bangunan dan berbagai komoditas unggulan Indonesia lainnya yang dinilai memiliki prospek pasar besar di Filipina.

Kementerian Perdagangan menilai hubungan ekonomi Indonesia dan Filipina memiliki fondasi yang kuat.

Pada periode Januari hingga April 2026, total perdagangan kedua negara mencapai 4,16 miliar dolar AS.

Dalam periode tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 2,93 miliar dolar AS.

Nilai perdagangan Januari-April 2026 meningkat 12,03 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dari sisi ekspor, Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan tahunan ekspor ke Filipina sebesar 1,63 persen selama periode 2021-2025.

Sepanjang 2025, total perdagangan bilateral Indonesia dan Filipina mencapai 12,02 miliar dolar AS.

Pada tahun yang sama, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 8,42 miliar dolar AS terhadap Filipina.

Pemerintah berharap kerja sama imbal dagang tersebut dapat memperkuat rantai pasok industri, meningkatkan efisiensi perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, serta membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Filipina.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Emosi Menjalar ke Jalan Raya, dari Gunung Sahari ke Tanah Abang
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Mentan Sebut Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Dongkrak Ekspor Komoditas Perkebunan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Indikasi Dapur MBG Terafiliasi Partai Politik dan Pejabat Legislatif, BGN Didorong Audit Menyeluruh
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Bisa Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 8 Juni 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.